Langsung ke konten utama

Postingan

Must Read ^^

ROOM 142 CHAPTER 5

"jangan kemana-mana, temani aku" gumam Myungsoo mencegah tubuh Yuna berpindah.Kedua matanya masih terpejam dan kelihatannya ia sangat lelah. "tapi aku harus ..." Chuu~ Myungsoo mendaratkan bibir tipisnya pada bibir Yuna.Ia gemas mendengar Yuna berceloteh.Diusapnya pipi Yuna dengan lembut, sambil berusaha membuka kelopak matanya yang berat. "aku lelah sekali, biarkan aku begini" Myungsoo menaruh kepalanya di pangkuan Yuna dan menyamankan posisi tidurnya yang melengkung. Deg
Postingan terbaru

ROOM 142 CHAPTER 4

Tok tok tok Yuna dikejutkan suara pintu ruangannya diketuk seseorang. "Silakan masuk" sahutnya santai. "Minggu depan kau harus ikut ke Jepang ... lagi" dokter bernama Shin Jae itu mengeluhkan mengapa hanya dokter-dokter dari divisi emergency yang diutus menghadiri seminar di negeri sakura tersebut.Kalau boleh ia memilih, ia lebih setuju menghabiskan malam dengan berlarian di ruang emergency ketimbang ia duduk selama berjam-jam hanya mendengarkan ceramah lalu mengikuti studi banding ke rumah sakit di Jepang. "Dokter Yuna ? Apa kau mendengarkan aku?" gerutunya melihat Yuna sedang tak fokus.

ROOM 142 CHAPTER 3

Yuna. Gadis itu tertidur disamping Myungsoo dengan pulas.Rambutnya terurai kesana kemari dan bibir mungilnya agak terbuka. "HUWAAAA ~~ Yak yak yak kenapa orang ini disini??? Yak yak .... Hoyaa hyung !!" Seperti barusaja melihat hantu mengerikan, Myungsoo menutupi wajahnya dengan selimut.Ia berharap keberadaan Yuna hanyalah halusinasi karena ia masih sedikit mabuk. Sret. Ia mengintip dari balik selimut sambil berkomat-kamit dalam hati bahwa didepannya tidak ada siapa-siapa. 'Ini hanya halusinasi, karena aku masih mabuk, kumohon'

ROOM 142 CHAPTER 2

"eoh hyung, ada apa?" Di sebuah kantor polisi. "Yak~ apa kau mengenal seseorang bernama Yuna?" tampaknya manager Infinite tersebut kalang kabut setelah mendapat panggilan dari kantor polisi terkait pelecehan seksual yang dialami seorang dokter muda bernama Park Hyun Ah.Saat ini sang manager berada di kantor polisi dan diminta menelepon Myungsoo yang akan menjadi saksi. "bukan Yuna artis yang itu, yak Myungsoo-ya cepat kemari dan jelaskan pada mereka apa yang sebenarnya terjadi, kau mengerti? jangan sampai yang lain tau" titahnya panik.

ROOM 142 CHAPTER 1

             When he stares into your heart ...           And keep his promise just for you ...                    Dia tidak tahu bagaimana cara untuk mulai mencintai seseorang.Kim Myungsoo or just call him L.             Ketika hukum kutukan cinta datang, bukan waktu yang akan membuat jantungnya berdebar.Tapi sebuah sentuhan mendalam, nafas yang menuntut, keinginan yang kuat, dan penerimaan.                                                    Pengantin yang dipertemukan bukan karena rasa cinta.                              ...

Shyly Shout Love part.4

"hemm~ boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Sungkyu. Seunghee mengangguk. Sungkyu mengulas senyum sambil menatap pantulan gadis cantik yang sedang membantunya berpakaian di cermin besar. "kau tahu? semua visual itu perayu jadi berhati-hatilah" Sungkyu menahan untuk tidak tertawa.Ia berusaha memasang wajah serius dan membuat Seunghee bertanya-tanya. "maksud hyung Myungsoo?" sahut seseorang yang baru masuk dengan style rambut up, Woohyun. "kau tahu kan ? pesona seorang main vocal itu bisa membunuh seseorang" ujar Sungkyu yang secara tak langsung mengajak Woohyun untuk bergabung dalam obrolannya.

Shyly Shout Love part.3

"Tentu saja temanku unnie, memangnya siapa lagi?" jawabnya canggung. "Kim Sungkyu? Hm?" Deg Kedua manik Seunghee membulat lucu. "Ahh jadi sejak kapan kau kencan dengan leader Infinite itu? Hey jujurlah~" Entah mengapa Seunghee menjadi gugup.Manik cokelatnya tidak bisa fokus pada tumpukan box sepatu yang kebetulan untuk dipakai Sungkyu. Brak Beberapa box itu pun terjatuh diiringi kekehan Sohyun.Ia gemas melihat juniornya kelabakan hanya gara-gara ia menyebut nama Sungkyu. "Aniyeo~ aku dan dia hanya berteman unnie"rengeknya.Ia hanya tidak ingin besar kepala sebelum namja tinggi itu mengatakan padanya.Walaupun ia bisa merasakan jika Sungkyu menunjukkan perhatiannya secara tulus dan terang-terangan. Kedua pipi Seunghee memerah sempurna. "Kau saja yang membantah Seunghee-ya, mereka tidak" Seunghee melongo. "Mereka? Mereka siapa unnie?" tanyanya panik. Sohyun menunjuk sekumpulan namja yang te...