Author : Kaizza24
Main cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : chaptered
Main cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : chaptered
Disclaimer :
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !
.
.
Taehyung menghentikan laju mobilnya di basement rumah sakit.Ia berlari memasuki lobi dan berbelok keruangan khusus perawat tersebut.Ia melirik jam tangan yang saat ini sudah menunjukkan angka 10 malam.
.
Taehyung menghentikan laju mobilnya di basement rumah sakit.Ia berlari memasuki lobi dan berbelok keruangan khusus perawat tersebut.Ia melirik jam tangan yang saat ini sudah menunjukkan angka 10 malam.
Wajahnya tampak panik dan ia sempat menyenggol pot
kecil didepan meja panjang resepsionis hingga terjatuh.
Brak
Pintu ruang perawat itu terbuka mendadak dan
menampakkan seseorang sedang terduduk dilantai dan merintih kesakitan.
Itu dia Hwang Rimi.
“ya ! kau kenapa??” teriak Taehyung yang terkejut
karena kaki Rimi berdarah dan ia tak bisa berdiri dari lantai dingin itu.
“Kim sonsaengnim, ah tolong !” ucapnya lemas.Kedua
mata bulat itu sudah basah karena menangis.
Pergelangan kakinya mengalami sprain
(terkilir).Lengan bawah kakinya sempat tergores ujung map ordner yang terbuat
dari lempengan logam yang menimpa saat hendak meraih ordner diatas
rak.Akibatnya, pergelangan kakinya memberngkak dan mengalami luka robek
sekaligus. Rimi merasakan kakinya sulit digerakkan dan sangat nyeri.Ia menekan
luka robek itu dengan kasa pembalut.
Taehyung melepas jaketnya dan menyalakan lampu utama
agar penerangan lebih baik.Ia melihat luka di kaki Rimi.
“pelan-pelan” ucapnya seraya menggendong Rimi ke
tempat tidur pasien.
“syukurlah sepertinya tidak terlalu parah, untung
saja bukan Strain (cedera yang merusak jaringan otot), lain kali kau harus
lebih hati-hati.Pegang ini sebentar untuk mengurangi bengkaknya” gumamnya
sambil mengamati luka Rimi.Taehyung menyuruh Rimi memegangi batu es yang
ditempelkan diatas pergelangan kakinya yang bengkak.Sensasi dingin dari es itu
memang mengurangi rasa nyerinya.
Pergerakan tangan Taehyung yang mengambil sebuah
nald voeder jenis Mathew Kusten untuk memegang jarum jahit, terus diamati oleh
gadis yang menahan nyeri itu.Di meja itu sudah disiapkannya cairan antiseptik
dan ketika ia sudah memakai sarung tangan sterilnya, Rimi membuat raut wajahnya
menjadi cemas.
Sejenak Taehyung melihat wajah Rimi yang takut.Ia
menepuk pundak Rimi dan mengatakan ini tidak akan sakit.
“jangan takut, bernafas yang rileks, kalau kau
tegang rasanya justru semakin sakit, oke ?” Taehyung memasukkan cairan anestesi
lokal kedalam spuit 3 cc dan meniup tepian luka di kaki Rimi, sekedar
membuatnya tenang.
Rimi memejamkan kedua matanya.Dia tidak bisa
membedakan rasa gugupnya dan rasa takutnya sekarang.Kedua kondisi itu sudah
membuat jantungnya tidak karuan.
“satu, dua, tiga” ujung jarum spuit itu menembus
kulit Rimi dan membuatnya meringis.
“akh appo… ssaem” manik tajam itu melirik sekilas
dan tersenyum.
Selanjutnya, Taehyung mengambil benang silk serta
jarum jenis Scherpe nald untuk menyatukan kedua sisi luka Rimi agar tertutup
dengan baik.Namja tampan itu melakukan proses menjahit dengan tenang.
Kali ini jantung Rimi berdetak cepat.Ia melihat
wajah tampan itu dari jarak sedekat ini.
Aroma parfum yang selalu mengacaukan kinerja
otaknya.
Sedikit peluh di pelipisnya.
‘aku butuh udara’ batin Rimi meronta.
“karena lukamu tidak terlalu dalam, cukup dengan
interrupted suture untuk menutupnya, seperti ini” Taehyung memperlihatkan pada
Rimi bagaimana cara menjahit luka yang benar.Jemari ramping itu menyimpulkan
benang silk dan menggunting ujungnya sepanjang 1 cm.Bagaimanapun juga, Rimi
akan mengalami pembelajaran itu dan ia harus menguasainya untuk merawat pasien
di divisi ER.
“ne ssaem, ngg kalau gunting itu ..apakah itu
gunting perban, diss…diss..hmm” Rimi mencoba mengingat nama alat kedokteran
itu.Rasa gugupnya sudah membuat ingatannya berantakan.
Taehyung menyunggingkan senyumnya tanpa
sepengetahuan Rimi.
“dissecting scissors, digunakan untuk menggunting
perban atau kapas pembalut.Sepertinya kau harus lebih giat belajar ”
Blush
Kedua pipi Rimi merona seketika.”ahh ne, dissecting
scissors …majayo”
Gadis itu tersenyum dan diam-diam menempelkan tisu
pada pelipis Taehyung yang berkeringat.
Deg
Taehyung mendongak dan terdiam mematut manik cokelat
itu selama beberapa detik.
“aku bisa sendiri, kau diam saja jangan banyak
bergerak” Taehyung meraih tisu ditangan Rimi dan menekan pelipisnya.
Sentuhan tangan Taehyung tadi rupanya membuat Rimi
berdegub kencang.Ia hanya dapat membuang nafasnya dalam-dalam.Telinga Taehyung
yang peka mendengarnya.
“apa ada bagian lain yang sakit?” tanyanya refleks.
Rimi menggeleng cepat.Ia terdiam saat Taehyung dengan cekatan melakukan proses dressing pada lukanya.Rasa sakit di pergelangan kakinya berangsur hilang.Entah karena perawatan Taehyung atau yang lain.
Rimi menggeleng cepat.Ia terdiam saat Taehyung dengan cekatan melakukan proses dressing pada lukanya.Rasa sakit di pergelangan kakinya berangsur hilang.Entah karena perawatan Taehyung atau yang lain.
“sudah selesai” Rimi hanya mengangguk kecil.Mata
Rimi tidak bisa fokus melihat objek lain kecuali wajah tampan yang sedang
menunduk, sibuk membereskan alat-alat yang selesai ia gunakan.
“ada apa?” Taehyung heran dengan Rimi.Karena sudah
sering ia menangkap basah Rimi sedang menatapnya seperti itu.
Ia sedikit gugup juga lama-lama.
“aniyeo ssaem” jawab Rimi singkat.
“mulai besok istirahatlah dirumah, jangan berlari atau
melompat dulu, aku akan membuatkan resep obatnya” pinta Taehyung dengan nada
lebih lembut.Namja itu melepaskan sarung tangan steril dan mencuci tangannya di
wastafel.Lalu menulis nama obat diatas kertas resep dengan cepat.
Gadis berambut hitam legam itu mengangguk dan
berniat untuk turun dari tempat tidur.
“Istirahat saja disini, besok pagi aku akan
mengantarmu pulang, bukankah rumahmu agak jauh?” sebenarnya Taehyung hanya
ingin mencegah Rimi untuk berjalan.Ia mengkhawatirkan kondisi kakinya yang
terkilir.
“aniyeo ssaem, aku harus pulang sekarang, ibuku
pasti sudah menunggu” ucap Rimi tak sabar.Ia mengambil tas dan memakai baju
hangatnya.
Taehyung berpikir sejenak.
“ya sudah, aku akan mengantarmu pulang supaya ibumu
tidak khawatir”
Rimi tertegun melihat Taehyung yang membawakan tas
dan berusaha membantunya berjalan.
“tidak usah...ssaem..aku...bisa..” Taehyung
menggenggam lengan Rimi dan menatapnya tajam.
Rimi menelan ludahnya kasar.
“Rimi-ssi, tidak ada kata membantah”
.
.
.
Keesokan harinya,
Gadis berusia 26 tahun itu terbangun dari tidur nyenyaknya semalam.Ia menyunggingkan senyumnya yang khas dan mengambil ponselnya di nakas.
.
.
.
Keesokan harinya,
Gadis berusia 26 tahun itu terbangun dari tidur nyenyaknya semalam.Ia menyunggingkan senyumnya yang khas dan mengambil ponselnya di nakas.
Jam 7.20.
Hari ini sesuai dengan anjuran Taehyung, Rimi
mengambil libur dan beristirahat dirumah.Walaupun ia ingin sekali pergi kerumah
sakit, tapi ia akan merasa tak nyaman berjalan dengan kaki yang sedang terluka
itu.Taehyung mengatakan untuk beristirahat sampai 1 minggu sampai lukanya
sembuh.
“ah aku sangat beruntung” gumamnya sambil tersenyum
mengingat sosok Taehyung.
Kling
“ya, Rimi-ya jelaskan padaku apa benar semalam kau
bersama Kim sonsaeng dirumah sakit? Katakan?Kudengar kakimu terluka?”
Pesan singkat itu dari perawat Heesun.Ya, semua
perawat dirumah sakit memang mengidolakan sosok Kim Taehyung.Mereka seringkali
cemburu bahkan pada pasien sekalipun.Karena kelembutan dan kesabaran Taehyung,
menjadi kesalahpahaman.
Gadis itu mengangguk sambil membalas pesan.Mungkin
ini seperti keajaiban dalam hidupnya.Selama 26 tahun, ini adalah pertama
kalinya ia sangat menyukai pria dan ingin menjadi pasangan hidupnya.
“aigoo, kalau begitu nanti kita semua akan
menjengukmu, tunggu kami Rimi-ya”
Rimi tertawa kecil.
Lalu ia mengambil sesuatu dari laci nakasnya.
Selama ini ia selalu menyimpan semua foto Taehyung yang diam-diam ia ambil ketika sedang bekerja di rumah sakit.Ia menatanya dengan rapi di sebuah album berukuran sedang itu.Salah satu foto itu menampakkan Taehyung sedang berdiri didepan meja resepsionis untuk mengambil map rekam medis pasien.Postur tubuhnya dari samping memang menawan.
.
.
Foto-foto itu ia pandangi setiap menjelang tidur dan terkadang Rimi membayangkan Taehyung sedang melihatnya sambil tersenyum diwajah tampannya.Setidaknya itu dapat memberikan efek pada Rimi untuk bermimpi indah.
Selama ini ia selalu menyimpan semua foto Taehyung yang diam-diam ia ambil ketika sedang bekerja di rumah sakit.Ia menatanya dengan rapi di sebuah album berukuran sedang itu.Salah satu foto itu menampakkan Taehyung sedang berdiri didepan meja resepsionis untuk mengambil map rekam medis pasien.Postur tubuhnya dari samping memang menawan.
.
.
Foto-foto itu ia pandangi setiap menjelang tidur dan terkadang Rimi membayangkan Taehyung sedang melihatnya sambil tersenyum diwajah tampannya.Setidaknya itu dapat memberikan efek pada Rimi untuk bermimpi indah.
“ah kenapa jantungku selalu berdebar seperti ini?,
tenanglah sebentar” ucapnya sambil mengelus dadanya.
Krieet
Seseorang memasuki kamar Rimi.
Rimi yang kaget menyembunyikan album itu dibawah
bantalnya.
“ah eomma mengagetkanku saja” wanita yang
dipanggilnya ‘ibu’ itu duduk setelah meletakkan nampan berisi sarapan dan obat
Rimi di nakas.
“eomma sudah mengetuk pintu, tapi tak ada jawaban
Rimi-ya ” Rimi terkekeh kecil dan ia menyadari kegiatan memandangi foto
Taehyung itu sudah membuatnya sedikit tuli.
“apa kakimu masih sakit?” tanya sang ibu sambil
mengamati pergelangan kaki Rimi yang dibalut perban.
“sudah semakin membaik eomma, jangan khawatir” Rimi
tersenyum dan memamerkan lesung pipitnya yang manis.
“aigoo, kau bertingkah seperti kau masih kecil”
rambut hitam itu diusaknya pelan.
“ahh ibu baru ingat sesuatu, siapakah pria baik hati
yang mengantarmu pulang tadi malam hm?”
Blush
Kedua pipi Rimi merona seketika.
“ahh itu itu hm, namanya Kim sonsaengnim” jawabnya
gugup.
“ah jadi itu namanya” Rimi tersipu.
“nama lengkapnya Kim Taehyung sonsaengnim eomma, dia
adalah dokter pengawasku magang sekaligus seorang ahli bedah terbaik di rumah
sakit” kekehan kecil Rimi membuat ibunya menatapnya heran.
“kenapa wajahmu tersipu hm, apa kau …. menyukainya?”
Rimi mendelik dan berusaha membantah perkataan ibunya.
“ahh kenapa hari ini panas sekali ya” ibu Rimi hanya
menggeleng melihat tingkah laku putri satu-satunya itu.
“kau ini, cepat habiskan makananmu selagi masih
hangat” pinta beliau lalu menutup pintu kamar Rimi.
“kurasa memang begitu, eomma” gumamnya lalu menyuapkan
sarapan kemulutnya.
.
.
Hari sudah menjelang sore, namun Rimi masih enggan meninggalkan tempat tidurnya yang nyaman.Ia sudah merapikan dirinya dan beberapa waktu yang lalu keenam teman magangnya dirumah sakit menjenguk, perawat Heesun juga datang membawakan kue kesukaan Rimi, cheese cake.Rimi sangat senang dengan kedatangan mereka.
.
.
Hari sudah menjelang sore, namun Rimi masih enggan meninggalkan tempat tidurnya yang nyaman.Ia sudah merapikan dirinya dan beberapa waktu yang lalu keenam teman magangnya dirumah sakit menjenguk, perawat Heesun juga datang membawakan kue kesukaan Rimi, cheese cake.Rimi sangat senang dengan kedatangan mereka.
Tapi sekarang rumahnya terasa begitu sepi.Ibunya
yang sedang bekerja di toko elektronik milik keluarga mereka juga menambah
suasana hening.Biasanya beliau baru pulang jam 7 malam nanti.
Rimi berjalan tanpa menggunakan tongkat untuk
melatih kakinya.Sekedar mengusir rasa bosan sendirian di dalam rumah, ia
perlahan berjalan ke ruang tengah.Lalu gadis itu menyalakan televisi.
“ah acaranya benar-benar tidak ada yang bagus,” umpatnya
kesal.
Beberapa bungkus kue keju itu berserakan di meja dan tiba-tiba mata
Rimi terkejut melihat sesuatu di dinding.
Beberapa bungkus kue keju itu berserakan di meja dan tiba-tiba mata
Rimi terkejut melihat sesuatu di dinding.
Seekor kecoa.
Rimi sangat takut pada serangga yang bisa terbang
itu.Rimi mengambil sebuah botol air mineral disampingnya untuk melempar kecoa
itu.Ia sudah mengambil ancang-ancang dan dilemparkannya botol yang masih berisi
air itu kuat-kuat.
Bletak
“Aaakkkkhhh..aisshh”
Rimi panik dan terkejut setengah mati ketika melihat
seseorang di depannya.Dan sekarang sosok itu menunduk sambil menggosok dahinya
yang merah terkena lemparan botol tadi.
Ia meneguk ludahnya kasar.
“KIM .....SONSAENGNIM !!!! ??????” Taehyung sama
sekali tak menyangka ia mendapat pukulan telak bahkan sebelum mengucapkan kata
halo.Ia meringis dan mengakui lemparan Rimi sangat akurat mengenai
dahinya.Sekarang dahi itu agak memerah.
Rimi yang masih shock itu bingung dan harus
mengatakan apa, ia mungkin tak mendengar pintunya diketuk.Dan sekarang pria
tampan itu mengeluhkan tingkah lakunya yang konyol.
“maa..maafkan aku Kim sonsaengnim, aku tak sengaja,
sungguh !” Taehyung yang masih merasakan ngilu di dahinya itu berdehem kecil
lalu meletakkan keranjang buah di meja.
“apa sakit sekali, ssaem?”tanyanya takut-takut.
“sudahlah, jangan membahasnya, ini untukmu” Rimi
melihat tatanan rambut Taehyung hari ini sangat bagus dan membuat dokter muda
itu terlihat lebih segar dan lebih tampan.
“ada sesuatu dirambutku?” tanyanya frontal ketika
melihat Rimi mengagumi penampilannya hari ini.
“ah aniyeo, terima kasih Kim sonsaengnim sudah
datang, bukankah hari ini jadwal pasien Park Han Bi operasi?” Rimi mengingat
jadwal operasi Taehyung hari ini.
Taehyung mengangguk dan menyamankan posisi duduknya.
“tadi pagi tuan Park Han Bi mengalami penurunan
tekanan darah cukup drastis, jadi operasi akan ditunda untuk meminimalisir
resikonya” terang Taehyung santai.
Rimi menyimak ucapan sang pencuri hatinya itu dengan
seksama.Diam-diam ia juga mengagumi wajah tampan itu dan hidungnya yang bangir.
‘Ah, mengapa Tuhan menciptakan sosok seindah ini?’
batin Rimi tak mengalihkan perhatiannya dari wajah Taehyung.
“ah begitu rupanya, aku merasa buruk untuk tuan Park
Han Bi” ucapnya sedih.
Kebetulan beberapa hari ini giliran Rimi yang
merawat pasien tersebut, jadi ia sedikit banyak mengetahui tentang itu.
Taehyung mengedarkan pandangan keruangan santai
rumah Rimi, karpet bulu berwarna cokelat muda itu menghangatkan kakinya yang
dibalut kaus kaki biru tua.
Kemudian ia mengingat sesuatu.
“oh ya, aku berjumpa dengan ibumu tadi di ujung
jalan, beliau mengatakan kalau kau sendirian dirumah” Taehyung mulai membuka
perbincangan non-medisnya.
Rimi tersenyum kecil.
“ah benarkah, kebetulan ibuku tadi berpamitan
mengurus toko elektro...”
Sebentar, raut wajah Rimi berubah.
‘Kenapa Taehyung bertemu dengan ibu sementara tadi
siang ia
mengatakan akan pergi mengurus toko.Seharusnya beliau baru pulang nanti malam?.Mengapa itu bisa terjadi?’batin Rimi bingung.
mengatakan akan pergi mengurus toko.Seharusnya beliau baru pulang nanti malam?.Mengapa itu bisa terjadi?’batin Rimi bingung.
“mwo?, Kim sonsaengnim bertemu ibuku?, barusaja !?”
Rimi sudah dibohongi kali ini.
Taehyung sedikit kaget dengan intonasi Rimi yang
mendadak tinggi.
“memangnya ada yang salah?” tanyanya heran.
Rimi yang kikuk itu akhirnya berusaha santai dan
mengatakan tidak ada apa-apa.
‘eomma, kau berbohong padaku’ ucapnya dalam hati.
“bagaimana kakimu hm?” nada lembut ini selalu menghangatkan
Rimi.
Manik elang itu tak sengaja menatapnya.
“sudah membaik ssaem, aku juga sudah meminum
obatnya” Taehyung melihat Rimi sedang membungkuk dan menyentuh perban di
kakinya.Rambut hitam yang terurai itu membuat jantung Taehyung tiba-tiba bergejolak.
Aroma buah stroberi itu menyapa penciuman Taehyung.
“ah baguslah kalau begitu” ucapnya canggung.
Rimi mengangguk kecil dan menawarkan minuman pada
Taehyung.Ia menyimpan beberapa cola di kulkasnya.
“ah segarnya” ucap Taehyung meneguk colanya.
Rimi masih melihatnya tanpa berkedip.
“apa Kim sonsaengnim sangat menyukai cola?”
tanyanya.Raut wajah Taehyung berubah lucu ketika merasakan soda cola di
lidahnya.
Taehyung mengangguk dan meneguk kembali cola-nya.Ia melirik Rimi yang menatapnya begitu dalam.
Taehyung mengangguk dan meneguk kembali cola-nya.Ia melirik Rimi yang menatapnya begitu dalam.
“Rimi-ssi, ngomong-ngomong jangan memanggilku
seperti itu, kita sedang tidak dirumah sakit, panggil aku Taehyung saja, aku
lebih nyaman begitu dan juga....hmm..aku minta maaf atas makan malam tempo
hari, ibuku memang suka bercanda.Kau pasti terkejut”
Rimi tersentak.
Ia tak mengharapkan Taehyung mengira ibunya
bercanda.Justru sebaliknya, ia berharap itu adalah lampu hijau.
“aku justru tak mengharapkan beliau bercanda, aku
melihat ahjumma sangat tulus saat mengatakan itu” entah mengapa Rimi
mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.Ia tak mau berpura-pura gengsi atau
apa.Ia hanya ingin Taehyung dapat menangkap perasaannya.Rimi sudah tidak
sanggup menyembunyikan perasaannya pada Taehyung.Ia juga siap jika nanti namja
didepannya itu berkata lain.
Ia menyadari sosok itu terlalu sempurna untuknya.
Hening.
Taehyung menatap manik cokelat didepannya.Ia mencari
mengapa jantungnya selalu kalap saat bersama Rimi.
Mengapa setiap ia menatapnya dari jauh, hatinya tak
tenang.Taehyung merasa nyaman berada didekat gadis bernama lengkap Hwang Rimi
tersebut.
Perlahan ia menyadari bahwa selama ini Rimi-lah yang
sudah membuatnya susah tidur dan tak berhenti memikirkannya.
Hatinya menjadi yakin.
“maafkan aku Rimi-ssi, aku hanya takut jika kau tak
menyukai cara ibuku berbicara, karena...hmm” Rimi beringsut dan menajamkan
pendengarannya.
“karena apa ssaem?”
“karena, sejujurnya ibuku memang menyukaimu dan
beliau terus menyuruhku untuk menikah”
Deg
Deg
Deg
Deg
Deg
Debaran jantung Rimi hari ini semakin kuat.Ia
melihat perasaan yang tulus dari binar mata Taehyung saat berbicara.Nadanya
yang lembut dan terasa dalam.
“me..menikah?” suara Rimi mendadak serak.
“nggg, maksud ahjumma bagaimana, ssaem, ah hm
Taehyung-ssi?” masih dengan jantungnya yang berdebar, ia berusaha berbicara
tenang.
Taehyung mendekatkan wajahnya beberapa senti dan
membuat Rimi membeku dengan tatapan tajam itu.Ia tak dapat menggeser tubuhnya
barang satu inci pun.
Rimi sudah terikat dengan pandangan Taehyung.
Perlahan wajah tampan itu semakin mendekat dan jemarinya meraih tengkuk Rimi yang hangat.Jantung namja itu berpacu sangat cepat mengikuti alur kinerja hormonnya yang naik.
Perlahan wajah tampan itu semakin mendekat dan jemarinya meraih tengkuk Rimi yang hangat.Jantung namja itu berpacu sangat cepat mengikuti alur kinerja hormonnya yang naik.
Rimi tak ada pilihan lain selain menutup
matanya.Perlahan ia merasakan hembusan nafas Taehyung beraroma apel mint yang
membuat bulu kuduknya meremang.
Tangan Taehyung menangkup kedua pipi Rimi yang
memerah itu dan memiringkan kepalanya.
Hidung bangir itu menyentuh pipi Rimi pelan.
Entah mengapa ia tak dapat menolaknya.
Ia justru begitu ingin bibir Taehyung meraih
bibirnya.
Perlahan Taehyung menghirup aroma segar dari Rimi dan mengelus kedua pipinya sangat lembut.Ia menempelkan bibir kissable-nya di bibir Rimi.Ia sudah tak mempedulikan debaran didadanya yang membuatnya sesak nafas.
Perlahan Taehyung menghirup aroma segar dari Rimi dan mengelus kedua pipinya sangat lembut.Ia menempelkan bibir kissable-nya di bibir Rimi.Ia sudah tak mempedulikan debaran didadanya yang membuatnya sesak nafas.
Ia sangat menikmati detik-detik ini.
Pagutan lembut itu membuat tangan Rimi refleks
menekan lutut Taehyung didepannya.
Taehyung mengecap rasa bibir Rimi yang manis dan
sedikit beraroma
buah peach.Suhu keduanya mulai memanas dan Taehyung mulai menggerakkan lidahnya untuk ikut merasakan manisnya ciuman pertama mereka.
buah peach.Suhu keduanya mulai memanas dan Taehyung mulai menggerakkan lidahnya untuk ikut merasakan manisnya ciuman pertama mereka.
Beberapa detik kemudian, Taehyung melepaskan ciuman
manis itu perlahan.Kedua matanya menatap Rimi yang tampak sangat gugup.Ia juga
merasakan suhu wajah Rimi memanas.
“Rimi-ya, aku menyukaimu” kalimat itu diucapkan
Taehyung begitu lirih.Namun dalam pendengaran Rimi, kalimat itu bergema keras
dan membuatnya lemas.Ia merasakan banyak kupu-kupu di perutnya.
Tes
Airmata Rimi jatuh.Taehyung mengusapnya pelan.
“kenapa kau menangis, hm?” Rimi memeluk namja tampan
itu erat-erat.
TBC
Komentar
Posting Komentar