Langsung ke konten utama

My 4D Doctor pt.6




Author : Kaizza24
Main cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : chaptered
Disclaimer :
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !
.
.
Taehyung menghentikan laju mobilnya di basement rumah sakit.Ia berlari memasuki lobi dan berbelok keruangan khusus perawat tersebut.Ia melirik jam tangan yang saat ini sudah menunjukkan angka 10 malam.
Wajahnya tampak panik dan ia sempat menyenggol pot kecil didepan meja panjang resepsionis hingga terjatuh.
Brak
Pintu ruang perawat itu terbuka mendadak dan menampakkan seseorang sedang terduduk dilantai dan merintih kesakitan.
Itu dia Hwang Rimi.

“ya ! kau kenapa??” teriak Taehyung yang terkejut karena kaki Rimi berdarah dan ia tak bisa berdiri dari lantai dingin itu.
“Kim sonsaengnim, ah tolong !” ucapnya lemas.Kedua mata bulat itu sudah basah karena menangis.
Pergelangan kakinya mengalami sprain (terkilir).Lengan bawah kakinya sempat tergores ujung map ordner yang terbuat dari lempengan logam yang menimpa saat hendak meraih ordner diatas rak.Akibatnya, pergelangan kakinya memberngkak dan mengalami luka robek sekaligus. Rimi merasakan kakinya sulit digerakkan dan sangat nyeri.Ia menekan luka robek itu dengan kasa pembalut.
Taehyung melepas jaketnya dan menyalakan lampu utama agar penerangan lebih baik.Ia melihat luka di kaki Rimi.
“pelan-pelan” ucapnya seraya menggendong Rimi ke tempat tidur pasien.
“syukurlah sepertinya tidak terlalu parah, untung saja bukan Strain (cedera yang merusak jaringan otot), lain kali kau harus lebih hati-hati.Pegang ini sebentar untuk mengurangi bengkaknya” gumamnya sambil mengamati luka Rimi.Taehyung menyuruh Rimi memegangi batu es yang ditempelkan diatas pergelangan kakinya yang bengkak.Sensasi dingin dari es itu memang mengurangi rasa nyerinya.
Pergerakan tangan Taehyung yang mengambil sebuah nald voeder jenis Mathew Kusten untuk memegang jarum jahit, terus diamati oleh gadis yang menahan nyeri itu.Di meja itu sudah disiapkannya cairan antiseptik dan ketika ia sudah memakai sarung tangan sterilnya, Rimi membuat raut wajahnya menjadi cemas.
Sejenak Taehyung melihat wajah Rimi yang takut.Ia menepuk pundak Rimi dan mengatakan ini tidak akan sakit.
“jangan takut, bernafas yang rileks, kalau kau tegang rasanya justru semakin sakit, oke ?” Taehyung memasukkan cairan anestesi lokal kedalam spuit 3 cc dan meniup tepian luka di kaki Rimi, sekedar membuatnya tenang.
Rimi memejamkan kedua matanya.Dia tidak bisa membedakan rasa gugupnya dan rasa takutnya sekarang.Kedua kondisi itu sudah membuat jantungnya tidak karuan.
“satu, dua, tiga” ujung jarum spuit itu menembus kulit Rimi dan membuatnya meringis.
“akh appo… ssaem” manik tajam itu melirik sekilas dan tersenyum.
Selanjutnya, Taehyung mengambil benang silk serta jarum jenis Scherpe nald untuk menyatukan kedua sisi luka Rimi agar tertutup dengan baik.Namja tampan itu melakukan proses menjahit dengan tenang.
Kali ini jantung Rimi berdetak cepat.Ia melihat wajah tampan itu dari jarak sedekat ini.
Aroma parfum yang selalu mengacaukan kinerja otaknya.
Sedikit peluh di pelipisnya.
‘aku butuh udara’ batin Rimi meronta.
“karena lukamu tidak terlalu dalam, cukup dengan interrupted suture untuk menutupnya, seperti ini” Taehyung memperlihatkan pada Rimi bagaimana cara menjahit luka yang benar.Jemari ramping itu menyimpulkan benang silk dan menggunting ujungnya sepanjang 1 cm.Bagaimanapun juga, Rimi akan mengalami pembelajaran itu dan ia harus menguasainya untuk merawat pasien di divisi ER.
“ne ssaem, ngg kalau gunting itu ..apakah itu gunting perban, diss…diss..hmm” Rimi mencoba mengingat nama alat kedokteran itu.Rasa gugupnya sudah membuat ingatannya berantakan.
Taehyung menyunggingkan senyumnya tanpa sepengetahuan Rimi.
“dissecting scissors, digunakan untuk menggunting perban atau kapas pembalut.Sepertinya kau harus lebih giat belajar ”
Blush
Kedua pipi Rimi merona seketika.”ahh ne, dissecting scissors …majayo”
Gadis itu tersenyum dan diam-diam menempelkan tisu pada pelipis Taehyung yang berkeringat.
Deg
Taehyung mendongak dan terdiam mematut manik cokelat itu selama beberapa detik.
“aku bisa sendiri, kau diam saja jangan banyak bergerak” Taehyung meraih tisu ditangan Rimi dan menekan pelipisnya.
Sentuhan tangan Taehyung tadi rupanya membuat Rimi berdegub kencang.Ia hanya dapat membuang nafasnya dalam-dalam.Telinga Taehyung yang peka mendengarnya.
“apa ada bagian lain yang sakit?” tanyanya refleks.
Rimi menggeleng cepat.Ia terdiam saat Taehyung dengan cekatan melakukan proses dressing pada lukanya.Rasa sakit di pergelangan kakinya berangsur hilang.Entah karena perawatan Taehyung atau yang lain.
“sudah selesai” Rimi hanya mengangguk kecil.Mata Rimi tidak bisa fokus melihat objek lain kecuali wajah tampan yang sedang menunduk, sibuk membereskan alat-alat yang selesai ia gunakan.
“ada apa?” Taehyung heran dengan Rimi.Karena sudah sering ia menangkap basah Rimi sedang menatapnya seperti itu.
Ia sedikit gugup juga lama-lama.
“aniyeo ssaem” jawab Rimi singkat.
“mulai besok istirahatlah dirumah, jangan berlari atau melompat dulu, aku akan membuatkan resep obatnya” pinta Taehyung dengan nada lebih lembut.Namja itu melepaskan sarung tangan steril dan mencuci tangannya di wastafel.Lalu menulis nama obat diatas kertas resep dengan cepat.
Gadis berambut hitam legam itu mengangguk dan berniat untuk turun dari tempat tidur.
“Istirahat saja disini, besok pagi aku akan mengantarmu pulang, bukankah rumahmu agak jauh?” sebenarnya Taehyung hanya ingin mencegah Rimi untuk berjalan.Ia mengkhawatirkan kondisi kakinya yang terkilir.
“aniyeo ssaem, aku harus pulang sekarang, ibuku pasti sudah menunggu” ucap Rimi tak sabar.Ia mengambil tas dan memakai baju hangatnya.
Taehyung berpikir sejenak.
“ya sudah, aku akan mengantarmu pulang supaya ibumu tidak khawatir”
Rimi tertegun melihat Taehyung yang membawakan tas dan berusaha membantunya berjalan.
“tidak usah...ssaem..aku...bisa..” Taehyung menggenggam lengan Rimi dan menatapnya tajam.
Rimi menelan ludahnya kasar.
“Rimi-ssi, tidak ada kata membantah”
.
.
.
Keesokan harinya,
Gadis berusia 26 tahun itu terbangun dari tidur nyenyaknya semalam.Ia menyunggingkan senyumnya yang khas dan mengambil ponselnya di nakas.
Jam 7.20.
Hari ini sesuai dengan anjuran Taehyung, Rimi mengambil libur dan beristirahat dirumah.Walaupun ia ingin sekali pergi kerumah sakit, tapi ia akan merasa tak nyaman berjalan dengan kaki yang sedang terluka itu.Taehyung mengatakan untuk beristirahat sampai 1 minggu sampai lukanya sembuh.
“ah aku sangat beruntung” gumamnya sambil tersenyum mengingat sosok Taehyung.
Kling
“ya, Rimi-ya jelaskan padaku apa benar semalam kau bersama Kim sonsaeng dirumah sakit? Katakan?Kudengar kakimu terluka?”
Pesan singkat itu dari perawat Heesun.Ya, semua perawat dirumah sakit memang mengidolakan sosok Kim Taehyung.Mereka seringkali cemburu bahkan pada pasien sekalipun.Karena kelembutan dan kesabaran Taehyung, menjadi kesalahpahaman.
Gadis itu mengangguk sambil membalas pesan.Mungkin ini seperti keajaiban dalam hidupnya.Selama 26 tahun, ini adalah pertama kalinya ia sangat menyukai pria dan ingin menjadi pasangan hidupnya.
“aigoo, kalau begitu nanti kita semua akan menjengukmu, tunggu kami Rimi-ya”
Rimi tertawa kecil.
Lalu ia mengambil sesuatu dari laci nakasnya.
Selama ini ia selalu menyimpan semua foto Taehyung yang diam-diam ia ambil ketika sedang bekerja di rumah sakit.Ia menatanya dengan rapi di sebuah album berukuran sedang itu.Salah satu foto itu menampakkan Taehyung sedang berdiri didepan meja resepsionis untuk mengambil map rekam medis pasien.Postur tubuhnya dari samping memang menawan.
.
.
Foto-foto itu ia pandangi setiap menjelang tidur dan terkadang Rimi membayangkan Taehyung sedang melihatnya sambil tersenyum diwajah tampannya.Setidaknya itu dapat memberikan efek pada Rimi untuk bermimpi indah.
“ah kenapa jantungku selalu berdebar seperti ini?, tenanglah sebentar” ucapnya sambil mengelus dadanya.
Krieet
Seseorang memasuki kamar Rimi.
Rimi yang kaget menyembunyikan album itu dibawah bantalnya.
“ah eomma mengagetkanku saja” wanita yang dipanggilnya ‘ibu’ itu duduk setelah meletakkan nampan berisi sarapan dan obat Rimi di nakas.
“eomma sudah mengetuk pintu, tapi tak ada jawaban Rimi-ya ” Rimi terkekeh kecil dan ia menyadari kegiatan memandangi foto Taehyung itu sudah membuatnya sedikit tuli.
“apa kakimu masih sakit?” tanya sang ibu sambil mengamati pergelangan kaki Rimi yang dibalut perban.
“sudah semakin membaik eomma, jangan khawatir” Rimi tersenyum dan memamerkan lesung pipitnya yang manis.
“aigoo, kau bertingkah seperti kau masih kecil” rambut hitam itu diusaknya pelan.
“ahh ibu baru ingat sesuatu, siapakah pria baik hati yang mengantarmu pulang tadi malam hm?”
Blush
Kedua pipi Rimi merona seketika.
“ahh itu itu hm, namanya Kim sonsaengnim” jawabnya gugup.
“ah jadi itu namanya” Rimi tersipu.
“nama lengkapnya Kim Taehyung sonsaengnim eomma, dia adalah dokter pengawasku magang sekaligus seorang ahli bedah terbaik di rumah sakit” kekehan kecil Rimi membuat ibunya menatapnya heran.
“kenapa wajahmu tersipu hm, apa kau …. menyukainya?” Rimi mendelik dan berusaha membantah perkataan ibunya.
“ahh kenapa hari ini panas sekali ya” ibu Rimi hanya menggeleng melihat tingkah laku putri satu-satunya itu.
“kau ini, cepat habiskan makananmu selagi masih hangat” pinta beliau lalu menutup pintu kamar Rimi.
“kurasa memang begitu, eomma” gumamnya lalu menyuapkan sarapan kemulutnya.
.
.
Hari sudah menjelang sore, namun Rimi masih enggan meninggalkan tempat tidurnya yang nyaman.Ia sudah merapikan dirinya dan beberapa waktu yang lalu keenam teman magangnya dirumah sakit menjenguk, perawat Heesun juga datang membawakan kue kesukaan Rimi, cheese cake.Rimi sangat senang dengan kedatangan mereka.
Tapi sekarang rumahnya terasa begitu sepi.Ibunya yang sedang bekerja di toko elektronik milik keluarga mereka juga menambah suasana hening.Biasanya beliau baru pulang jam 7 malam nanti.
Rimi berjalan tanpa menggunakan tongkat untuk melatih kakinya.Sekedar mengusir rasa bosan sendirian di dalam rumah, ia perlahan berjalan ke ruang tengah.Lalu gadis itu menyalakan televisi.
“ah acaranya benar-benar tidak ada yang bagus,” umpatnya kesal.
Beberapa bungkus kue keju itu berserakan di meja dan tiba-tiba mata
Rimi terkejut melihat sesuatu di dinding.
Seekor kecoa.
Rimi sangat takut pada serangga yang bisa terbang itu.Rimi mengambil sebuah botol air mineral disampingnya untuk melempar kecoa itu.Ia sudah mengambil ancang-ancang dan dilemparkannya botol yang masih berisi air itu kuat-kuat.
Bletak
“Aaakkkkhhh..aisshh”
Rimi panik dan terkejut setengah mati ketika melihat seseorang di depannya.Dan sekarang sosok itu menunduk sambil menggosok dahinya yang merah terkena lemparan botol tadi.
Ia meneguk ludahnya kasar.
“KIM .....SONSAENGNIM !!!! ??????” Taehyung sama sekali tak menyangka ia mendapat pukulan telak bahkan sebelum mengucapkan kata halo.Ia meringis dan mengakui lemparan Rimi sangat akurat mengenai dahinya.Sekarang dahi itu agak memerah.
Rimi yang masih shock itu bingung dan harus mengatakan apa, ia mungkin tak mendengar pintunya diketuk.Dan sekarang pria tampan itu mengeluhkan tingkah lakunya yang konyol.
“maa..maafkan aku Kim sonsaengnim, aku tak sengaja, sungguh !” Taehyung yang masih merasakan ngilu di dahinya itu berdehem kecil lalu meletakkan keranjang buah di meja.
“apa sakit sekali, ssaem?”tanyanya takut-takut.
“sudahlah, jangan membahasnya, ini untukmu” Rimi melihat tatanan rambut Taehyung hari ini sangat bagus dan membuat dokter muda itu terlihat lebih segar dan lebih tampan.
“ada sesuatu dirambutku?” tanyanya frontal ketika melihat Rimi mengagumi penampilannya hari ini.
“ah aniyeo, terima kasih Kim sonsaengnim sudah datang, bukankah hari ini jadwal pasien Park Han Bi operasi?” Rimi mengingat jadwal operasi Taehyung hari ini.
Taehyung mengangguk dan menyamankan posisi duduknya.
“tadi pagi tuan Park Han Bi mengalami penurunan tekanan darah cukup drastis, jadi operasi akan ditunda untuk meminimalisir resikonya” terang Taehyung santai.
Rimi menyimak ucapan sang pencuri hatinya itu dengan seksama.Diam-diam ia juga mengagumi wajah tampan itu dan hidungnya yang bangir.
‘Ah, mengapa Tuhan menciptakan sosok seindah ini?’ batin Rimi tak mengalihkan perhatiannya dari wajah Taehyung.
“ah begitu rupanya, aku merasa buruk untuk tuan Park Han Bi” ucapnya sedih.
Kebetulan beberapa hari ini giliran Rimi yang merawat pasien tersebut, jadi ia sedikit banyak mengetahui tentang itu.
Taehyung mengedarkan pandangan keruangan santai rumah Rimi, karpet bulu berwarna cokelat muda itu menghangatkan kakinya yang dibalut kaus kaki biru tua.
Kemudian ia mengingat sesuatu.
“oh ya, aku berjumpa dengan ibumu tadi di ujung jalan, beliau mengatakan kalau kau sendirian dirumah” Taehyung mulai membuka perbincangan non-medisnya.
Rimi tersenyum kecil.
“ah benarkah, kebetulan ibuku tadi berpamitan mengurus toko elektro...”
Sebentar, raut wajah Rimi berubah.
‘Kenapa Taehyung bertemu dengan ibu sementara tadi siang ia
mengatakan akan pergi mengurus toko.Seharusnya beliau baru pulang nanti malam?.Mengapa itu bisa terjadi?’batin Rimi bingung.
“mwo?, Kim sonsaengnim bertemu ibuku?, barusaja !?” Rimi sudah dibohongi kali ini.
Taehyung sedikit kaget dengan intonasi Rimi yang mendadak tinggi.
“memangnya ada yang salah?” tanyanya heran.
Rimi yang kikuk itu akhirnya berusaha santai dan mengatakan tidak ada apa-apa.
‘eomma, kau berbohong padaku’ ucapnya dalam hati.
“bagaimana kakimu hm?” nada lembut ini selalu menghangatkan Rimi.
Manik elang itu tak sengaja menatapnya.
“sudah membaik ssaem, aku juga sudah meminum obatnya” Taehyung melihat Rimi sedang membungkuk dan menyentuh perban di kakinya.Rambut hitam yang terurai itu membuat jantung Taehyung tiba-tiba bergejolak.
Aroma buah stroberi itu menyapa penciuman Taehyung.
“ah baguslah kalau begitu” ucapnya canggung.
Rimi mengangguk kecil dan menawarkan minuman pada Taehyung.Ia menyimpan beberapa cola di kulkasnya.
“ah segarnya” ucap Taehyung meneguk colanya.
Rimi masih melihatnya tanpa berkedip.
“apa Kim sonsaengnim sangat menyukai cola?” tanyanya.Raut wajah Taehyung berubah lucu ketika merasakan soda cola di lidahnya.
Taehyung mengangguk dan meneguk kembali cola-nya.Ia melirik Rimi yang menatapnya begitu dalam.
“Rimi-ssi, ngomong-ngomong jangan memanggilku seperti itu, kita sedang tidak dirumah sakit, panggil aku Taehyung saja, aku lebih nyaman begitu dan juga....hmm..aku minta maaf atas makan malam tempo hari, ibuku memang suka bercanda.Kau pasti terkejut”
Rimi tersentak.
Ia tak mengharapkan Taehyung mengira ibunya bercanda.Justru sebaliknya, ia berharap itu adalah lampu hijau.
“aku justru tak mengharapkan beliau bercanda, aku melihat ahjumma sangat tulus saat mengatakan itu” entah mengapa Rimi mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.Ia tak mau berpura-pura gengsi atau apa.Ia hanya ingin Taehyung dapat menangkap perasaannya.Rimi sudah tidak sanggup menyembunyikan perasaannya pada Taehyung.Ia juga siap jika nanti namja didepannya itu berkata lain.
Ia menyadari sosok itu terlalu sempurna untuknya.
Hening.
Taehyung menatap manik cokelat didepannya.Ia mencari mengapa jantungnya selalu kalap saat bersama Rimi.
Mengapa setiap ia menatapnya dari jauh, hatinya tak tenang.Taehyung merasa nyaman berada didekat gadis bernama lengkap Hwang Rimi tersebut.
Perlahan ia menyadari bahwa selama ini Rimi-lah yang sudah membuatnya susah tidur dan tak berhenti memikirkannya.
Hatinya menjadi yakin.
“maafkan aku Rimi-ssi, aku hanya takut jika kau tak menyukai cara ibuku berbicara, karena...hmm” Rimi beringsut dan menajamkan pendengarannya.
“karena apa ssaem?”
“karena, sejujurnya ibuku memang menyukaimu dan beliau terus menyuruhku untuk menikah”
Deg
Deg
Deg
Debaran jantung Rimi hari ini semakin kuat.Ia melihat perasaan yang tulus dari binar mata Taehyung saat berbicara.Nadanya yang lembut dan terasa dalam.
“me..menikah?” suara Rimi mendadak serak.
“nggg, maksud ahjumma bagaimana, ssaem, ah hm Taehyung-ssi?” masih dengan jantungnya yang berdebar, ia berusaha berbicara tenang.
Taehyung mendekatkan wajahnya beberapa senti dan membuat Rimi membeku dengan tatapan tajam itu.Ia tak dapat menggeser tubuhnya barang satu inci pun.
Rimi sudah terikat dengan pandangan Taehyung.
Perlahan wajah tampan itu semakin mendekat dan jemarinya meraih tengkuk Rimi yang hangat.Jantung namja itu berpacu sangat cepat mengikuti alur kinerja hormonnya yang naik.
Rimi tak ada pilihan lain selain menutup matanya.Perlahan ia merasakan hembusan nafas Taehyung beraroma apel mint yang membuat bulu kuduknya meremang.
Tangan Taehyung menangkup kedua pipi Rimi yang memerah itu dan memiringkan kepalanya.
Hidung bangir itu menyentuh pipi Rimi pelan.
Entah mengapa ia tak dapat menolaknya.
Ia justru begitu ingin bibir Taehyung meraih bibirnya.
Perlahan Taehyung menghirup aroma segar dari Rimi dan mengelus kedua pipinya sangat lembut.Ia menempelkan bibir kissable-nya di bibir Rimi.Ia sudah tak mempedulikan debaran didadanya yang membuatnya sesak nafas.
Ia sangat menikmati detik-detik ini.
Pagutan lembut itu membuat tangan Rimi refleks menekan lutut Taehyung didepannya.
Taehyung mengecap rasa bibir Rimi yang manis dan sedikit beraroma
buah peach.Suhu keduanya mulai memanas dan Taehyung mulai menggerakkan lidahnya untuk ikut merasakan manisnya ciuman pertama mereka.
Beberapa detik kemudian, Taehyung melepaskan ciuman manis itu perlahan.Kedua matanya menatap Rimi yang tampak sangat gugup.Ia juga merasakan suhu wajah Rimi memanas.
“Rimi-ya, aku menyukaimu” kalimat itu diucapkan Taehyung begitu lirih.Namun dalam pendengaran Rimi, kalimat itu bergema keras dan membuatnya lemas.Ia merasakan banyak kupu-kupu di perutnya.
Tes
Airmata Rimi jatuh.Taehyung mengusapnya pelan.
“kenapa kau menangis, hm?” Rimi memeluk namja tampan itu erat-erat.
TBC
Top of Form 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When BTS Member Sick pt.2 Jeon Jungkook

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities. So, get into the feel guys ! GENRE      :AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) . . Chapter 2.Jeon Jungkook “ maknae , tolong ambilkan air minum dilantai bawah” teriak manajer hyung. Kali ini mereka sedang berkumpul diruang latihan.Semuanya tampak kelelahan dan mandi keringat.Jungkook bergegas menuruni anak tangga dan mengambil botol air mineral permintaaan manajer hyung. “ah berat juga ternyata” gumamnya sambil mengangkat kardus air mineral itu kedalam lift .Jungkook terlalu lelah untuk menaiki tangga dengan membawa beban.

My 4D Doctor pt.1

Main cast    : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi OC             : BTS member Genre          : Romance/AU/Slight comedy Rate            : T to M Length         : Chaptered Disclaimer   : Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri. Don’t be silent reader, RnR jusseyoo ! . .    Prologue 10 Tahun Silam “Taehyung-ah !... Taetae-ya !.... cepat kemari, tangan Jimin terluka ! dia berdarah !!” teriak seorang remaja laki-laki 12 tahun di depan sebuah jendela besar kamar milik Taehyung. Anak itu berteriak ketakutan s...

When BTS Member Sick pt.3 Min Yoongi (SUGA)

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities.So, get into the feel guys ! GENRE      : AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) Chapter 3.Min Yoongi (Suga) Suga - namja bermata sipit itu melamun menatap keluar jendela kamarnya.Pagi itu cuaca sedang tidak bagus dan mendung.Suga sudah berjanji akan mengajak V membeli beberapa peralatan sekolah Jungkook.Sedangkan si maknae , ia memiliki jadwal pemotretan bersama member yang tersisa. “ah kenapa cuacanya begini?” gumamnya kecewa.Pasalnya, V dan dirinya sudah diminta oleh Jungkook membelikan sepatu, tas dan beberapa peralatan sekolah lainnya karena ia akan mendaftar sekolah dua hari lagi.Dan Suga sudah menyatakan berjanji untuk hal itu.