Author
: Kaizza24
Main cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : chaptered
Main cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : chaptered
Disclaimer
:
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !
“sudah
pagi” gumam Rimi terbangun dari tidurnya.Sejujurnya ia tak dapat tidur nyenyak
karena melihat foto Taehyung sedang tidur itu di ponselnya.Jantungnya berdegub
kencang saat membayangkan kejadian tadi malam.
“ahh
Kim sonsaeng, bogoshippeosseo jigeum” ucapnya lirih.Hatinya merindukan sosok 4D
itu sekarang.
Gadis
itu menggeliat dan bergegas ke kamar mandi.Ia ingin segera sampai di rumah
sakit dan dapat memandang wajah itu lagi.
“aku
… jatuh cinta padanya” gumamnya dibawah shower.
.
.
“Jungkook-ah, kau bisa menjemput hyung kan nanti malam,?” tanyanya sembari merapikan rambut warna cokelat muda itu di depan cermin kamarnya.
.
.
“Jungkook-ah, kau bisa menjemput hyung kan nanti malam,?” tanyanya sembari merapikan rambut warna cokelat muda itu di depan cermin kamarnya.
Jungkook
menyahut dari dapur.Ia sedang menggoreng telur.
“aromanya
enak sekali Jungkook-ah” ucap Taehyung semangat.
Sudah
beberapa hari ini adiknya menginap di apartemen.Karena sekolahnya memang sedang
libur musim dingin.
“cepat
keluar hyung, aku sudah menyiapkan sarapannya” tukas Jungkook menyajikan telur
goreng buatannya di piring.
Taehyung
tak dapat menahan rasa laparnya sejak semalam dan melahap sarapan buatan
Jungkook itu.
“whoa
apa rumah sakit tidak menjamin makananmu hyung, kau seperti singa kelaparan
ckckck” ledek Jungkook
“aku
memang singa, singa jantan !” jawabnya santai.Ia menirukan auman singa dengan
mulut yang masih penuh makanan.
“berhentilah
hyung, aku malu melihatmu dengan sifat 4D mu itu” lanjut Jungkook yang masih
terheran mengapa keanehan kakaknya tak pernah berkurang, justru semakin
bertambah seiring kedewasaannya.
Taehyung
tertawa melihat Jungkook yang mencibir padanya.
“terima
kasih sayangku, hyung berangkat dulu oke, jangan lupa jemput aku nanti jam 8
malam, mmuach” Jungkook hampir saja memuntahkan makanan dimulutnya karena
Taehyung membuat kiss bye seperti orang gila.
“apa
tadi dia memanggilku sayang?, ahh hyung sudah tidak waras !” umpatnya kesal.
.
.
Jantung Rimi tak berhenti berdegub kencang ketika ia tak sengaja bersamaan dengan Taehyung memasuki lobi rumah sakit.Taehyung menyapa ramah para pasiennya yang sedang berjalan atau sedang duduk sekedar melatih otot kaki mereka agar cepat pulih.
.
.
Jantung Rimi tak berhenti berdegub kencang ketika ia tak sengaja bersamaan dengan Taehyung memasuki lobi rumah sakit.Taehyung menyapa ramah para pasiennya yang sedang berjalan atau sedang duduk sekedar melatih otot kaki mereka agar cepat pulih.
Rimi
masih menatap langkah Taehyung dengan mata berbinar.Dan astaga, dengan jarak
lebih dari 5 meter itu ia dapat mencium aroma parfumnya.
“aroma
ini benar-benar mengacaukan otakku” Rimi bergumam sendiri.
Tap
“kenapa
kau memejamkan matamu?” sapa seseorang.Suara ini benar-benar merdu ditelinga
Rimi.
Perlahan
ia membuka matanya.
Senyum
khas yang memamerkan deretan gigi rapi itu menyapa indra penglihatan Rimi.Ia
membeku melihat Taehyung dari jarak sedekat ini.
“ah
hmm selamat pagi Kim sonsaengnim” sapanya sesopan mungkin.Lalu ia membungkukkan
badan.
Taehyung
terdiam sebentar menatap rambut Rimi yang kalau tak salah, aroma sampo stroberi
ia hirup darinya.
‘hm
manis’ batin Taehyung
Detik
berikutnya ia tersadar ponselnya berdering, Taehyung menjawab panggilan dari
sang ibu -rupanya.
“ne
eomma, nanti Jungkook akan menjemputku, ne, ne” pembicaraan singkat itu membuat
pertanyaan di benak Rimi.Mengapa Jungkook menjemputnya malam ini?.
“engg
ssaem” panggil Rimi canggung.Ia bermaksud bertanya, namun Rimi urungkan karena
sangat gugup.
Taehyung
menoleh dan memandang lagi wajah Rimi.”ada apa?”
“ah
animida, bukan apa-apa, silakan” Rimi mempersilakan Taehyung berjalan
mendahuluinya.
Sementara
Taehyung yang kemudian sibuk membalas pesan di ponselnya itu tak menghiraukan
ocehan para perawat Park dan teman-temannya dari meja resepsionis.
Hari
ini dia sangat cool..
Sosok
4D itu memang sangat menarik.
.
.
Pukul tujuh lewat 45 menit.
.
.
Pukul tujuh lewat 45 menit.
Jungkook
sudah memarkir mobil Maserati itu di depan rumah sakit Samsung Medical
Center.Ia turun dari mobil milik kakaknya itu dengan penuh percaya
diri.Jungkook melihat sekilas beberapa staf administrasi rumah sakit yang
berlalu lalang keluar masuk lobi, para staf itu memang tampak cantik dibalik
seragam warna biru tua.
Ia bersemangat.
Tak
lama ketika ia memasuki lobi, ia melihat meja resepsionis itu sedang dipadati
para perawat.Jungkook dengan style baju basket putih kesukaannya itu
menghampiri mereka.
“selamat
malam, apakah aku bisa bertemu dengan hyung?”
Perawat
Park bersama perawat yang lain membulatkan kedua mata mereka ketika melihat
sosok jangkung Jungkook menyapanya ramah.Senyum menawan itu membuat mereka tak
dapat mengatakan apa-apa.Namja ini sudah menyita perhatian mereka hanya dalam
beberapa detik.
“ah
maksud saya, apakah saya bisa bertemu dengan KimTaehyung sonsaeng?”Jungkook
mengira dirinyalah yang salah mengucapkan sesuatu.Ia segera memperbaiki
pertanyaannya.
Mereka
semua membeku menatap Jungkook yang tampan dan bertubuh tinggi itu, bahkan
melampaui tinggi kakaknya.
“ahh
kau bisa mengikuti tanda biru di lantai dan berbelok ke kanan setelah tangga”
ucap Rimi menyahut.Ia jengah karena tak satupun menjawab pertanyaan Jungkook.
“ah
Rimi noona, apakah hyung ada diruangannya?” tanya Jungkook setelah menyadari
Rimi-lah yang menjawab tadi.
Jungkook
sengaja bersikap sangat manis di rumah sakit karena ia tak ingin menghancurkan
image sang kakak yang menjadi dokter bedah terbaik di sana.
“ah
iya, beliau baru saja selesai melakukan operasi, Jungkook-ssi” Rimi agak kaku
memanggil secara formal pada Jungkook.Bagaimana pun ia sudah akrab dan cukup
dekat untuk memanggilnya, Jungkook-ah.
“kalau
begitu aku permisi dulu” ucap Jungkook menampilkan gigi kelincinya yang
manis.Sesaat setelahnya, para perawat lain mulai ribut menanyakan apa hubungan
Rimi dengan adik laki-laki Taehyung.
“yaa
Rimi-ya, kau mencuri start dari kami, mengapa ia mengenalmu begitu akrab? Ahh”
celotehan perawat Heesun membuatnya pening.
Di
ruangan Taehyung.
Tok
tok tok
“uhm
masuklah” jawab Taehyung yang sedang meneguk air mineral dari botol
itu.Kelihatannya ia sangat haus.
“oh
kau rupanya, kenapa kau awal sekali?” Jungkook mendudukkan dirinya di kursi
milik Taehyung.Ia juga mencoba mengenakan jas putih kebanggaan Taehyung itu dan
bercermin.
“whoa
aku sangat tampan sekali, ckckck, benar-benar” puji Jungkook pada dirinya
sendiri.
Taehyung
memasang wajah datar dan merapikan meja kerjanya.
“hyung,
Rimi-noona, apakah kau tidak menjalin hubungan khusus dengannya?, kulihat ia
cukup populer di kalangan perawat tadi, kalian cocok” ujar Jungkook sambil
memainkan rubik Taehyung.
“hm,
apa dia cukup cantik menurutmu Jeon Jungkook?” goda Taehyung.
Jungkook mengangguk yakin.
Jungkook mengangguk yakin.
“dia
yang paling cantik diantara perawat-perawat di depan” tukasnya jujur.
Taehyung
menggeleng melihat adiknya yang menilai seseorang berdasarkan kepopuleran
tersebut.
“sudahlah,
ayo kita pulang, eomma pasti sudah menunggu” ajak Taehyung.
“arrasseo”
Jungkook sebenarnya merasa betah tinggal di ruangan kerja milik Taehyung.Ia
bisa duduk di kursi milik hyungnya dan bergaya seperti seorang dokter
sungguhan.
“hyung,
apakah kau tidak mengajak Rimi-noona?, eomma pasti memasak cukup banyak malam
ini, otteyeo?” ajakan Jungkook sebetulnya tidak terlalu buruk.
Namun
Taehyung tak dapat mengutarakan maksudnya saat melihat sosok Rimi di
depannya.Mulutnya sedikit terbuka karena ia kehilangan semua kosakatanya.
Ia
gugup.
Jungkook
sudah menyikutnya beberapa kali.
“ehem,
Rimi-ssi, ah itu …begini..” Taehyung kesulitan mengutarakan kalimatnya.
“ah
hehe maafkan hyung Rimi-noona, ia hanya ingin mengatakan ingin mengajak noona
makan malam dirumah kami,”
Deg
Deg
Deg
Deg
Deg
Jantung
Rimi berdegub sangat kencang ketika Jungkook yang polos itu membantu
mengutarakan maksud Taehyung.
Namja yang berprofesi sebagai dokter bedah itu tampak tersipu.Lihatlah senyumnya yang sangat menawan diwajahnya yang sedikit merona.
Namja yang berprofesi sebagai dokter bedah itu tampak tersipu.Lihatlah senyumnya yang sangat menawan diwajahnya yang sedikit merona.
‘sempurna’
batin Rimi.
“ya
Jeon Jungkook !, ishh maksudku memang seperti itu…apa kau mau?”
Taehyung
mau tak mau harus menegaskan ajakan makan malam yang sejujurnya tak pernah ia
rencanakan itu.
Ini kemauan nyonya Lee karena sudah 2 minggu putra tertuanya belum pulang.
Ini kemauan nyonya Lee karena sudah 2 minggu putra tertuanya belum pulang.
Rimi
masih gemetar sekedar untuk berbicara.
“ayolah
noona, kau harus mau” desak Jungkook.Taehyung mengangguk, mengiyakan ‘ajakan’
adiknya.
Rimi
akhirnya mengangguk pelan.Ia masih bingung dengan sikap Taehyung yang canggung
di depannya.Sungguh berbeda dengan Taehyung yang biasanya.
“nah
itu bagus, ayo kita berangkat” ajak Jungkook bersemangat.
Mereka
bertiga berjalan canggung kecuali Jungkook yang mengoceh menceritakan bahwa
masakan ibunya sangat enak.
Taehyung
berusaha mengontrol rasa gugup itu.Begitu pula dengan gadis yang berjalan di
sampingnya.Kalau tidak ada Jungkook, mungkin Taehyung sudah merangkul pinggang
Rimi dan entahlah apa selanjutnya.Karena Rini dengan wajah meronanya itu,
sungguh membuat cara kerja hormon Taehyung naik.
Namja
bersurai cokelat itu mengipasi wajahnya.
.
.
Jungkook berlari membisikkan sesuatu pada ibunya.
.
.
Jungkook berlari membisikkan sesuatu pada ibunya.
“eomma,
hyung mengajak kekasihnya kemari, eomma pasti terkejut” bisik Jungkook iseng.
Taehyung
mempersilakan Rimi masuk dan ia langsung menyapa ramah nyonya Lee dengan
semangat.Keduanya memang sudah pernah berjumpa sebelumnya.
“annyeonghaseyo
ahjumma, lama tidak bertemu” ucapnya sopan.
Jungkook yang berdiri di belakang sang ibu itu terus tersenyum meledek pada Taehyung.
Jungkook yang berdiri di belakang sang ibu itu terus tersenyum meledek pada Taehyung.
“berhentilah
memanggilku ahjumma mulai sekarang, Rimi-ya, “ Rimi seolah tersambar petir
mendengar ucapan ibu Taehyung itu.
Taehyung
membelalakkan matanya tak percaya.
“panggil
aku ommoni mulai sekarang, karena kau adalah kekasih Taehyung-ie, jadi tak lama
lagi kau juga akan menjadi menantuku”
Deg
“kekasih?”
ucap Rimi dan Taehyung bersamaan.
Jantung
Rimi dan Taehyung berdetak sangat cepat.
“eomma
… ”Taehyung mendekati sang ibu dengan ekspresi canggungnya.
Sedangkan
Rimi masih memegang kedua pipinya yang memerah karena malu.Sungguh ia tak
pernah menyangka hal seperti ini bisa terjadi.Hatinya sangat bahagia seperti
letupan kembang api dimalam tahun baru.
“ne,
ommoni” ucapnya bergetar.
Malam
ini mereka berdua pasti tidak akan bisa tidur nyenyak.
.
.
“Kookie-ya, apa hyung belum bangun?” tanya nyonya Lee melihat Jungkook yang keluar dari kamar mandi.
.
.
“Kookie-ya, apa hyung belum bangun?” tanya nyonya Lee melihat Jungkook yang keluar dari kamar mandi.
Kedua
matanya masih enggan terbuka lebar.Jungkook menguap lalu menggeleng pada
ibunya.Masih dengan wajah kantuknya, namja yang pandai menari itu mengambil
roti bakar buatan sang ibu dan mulai mengunyahnya sambil sekali-kali memejamkan
matanya.
“oemma”
Jungkook membersihkan sudut bibirnya yang terkena selai cokelat dengan punggung
tangannya.
Ibunya
mengetuk pelan dahi Jungkook karena gemas.
“hm
ada apa?” jawab nyonya Lee dengan kedua tangannya yang menata sarapan di meja.
“hyung-ie
ga, kapan sebenarnya dia mau menikah?, Jong Suk-ie (teman sekelas Jungkook)
saja sudah punya keponakan yang lucu, ahh Taehyung hyung parah” gerutunya
seolah dirinya lebih tua dari Taehyung.
Tap
“siapa
yang parah hm?” Jungkook terkejut karena entah sejak kapan kakaknya sudah
berdiri di belakangnya dengan wajah yang masih basah karena mencuci muka.
“ah
hyung ! kau mengagetkan aku !” umpatnya kesal.
Nyonya Lee menyuruh anak tertuanya duduk dan meminta Jungkook mengambilkan handuk milik Taehyung disampingnya.
Nyonya Lee menyuruh anak tertuanya duduk dan meminta Jungkook mengambilkan handuk milik Taehyung disampingnya.
“kalian
membicarakan aku sepanjang hari, apa tidak lelah?” Taehyung mulai sebal juga
karena semenjak tadi malam, ya kejadian mendebarkan itu, ia mendengar Jungkook
dan ibunya menggosip sampai lewat jam 2 pagi.
Dan
isi perbincangan seru mereka didengar Taehyung dengan jelas.Konsep pernikahan
yang paling bagus, jumlah anak yang harus Taehyung punya, nama anak-anak
Taehyung nanti dsb.
Jungkook mengambilkan roti bakar dan mendekatkan toples selai cokelat pada hyungnya.
Jungkook mengambilkan roti bakar dan mendekatkan toples selai cokelat pada hyungnya.
“Taehyung-ah,
kurasa Jungkook ada benarnya, usiamu sudah mendekati 30 tahun dan pekerjaanmu
sudah sukses, kapan kau memberikan ibumu seorang cucu yang meramaikan rumah
kita hm?”
Taehyung
tersedak.Ia terbatuk batuk dan membuat wajahnya memerah seketika.Jungkook
tertawa terbahak diikuti kekehan ibunya yang menyodorkan segelas air putih.
“benar
sekali kata eomma hyung, kapan aku dapat keponakan yang lucu?, apa kau sepayah
itu huh?”
Pletak
Jungkook
mendapatkan sentilan di dahinya karena kalimat itu.Ia meringis menggosok
dahinya.”appo hyung”
Taehyung
mengelap bibirnya dan menatap wajah ibunya yang penuh ketulusan itu
dalam-dalam.Jungkook juga ikut mengamati tingkah
Taehyung yang memandangi ibu mereka.
Taehyung yang memandangi ibu mereka.
Mata
Jungkook bergantian melirik ibunya lalu Taehyung.Ia bingung kenapa suasana
tiba-tiba menjadi hening.
“eomma,
aku belum sepenuhnya membahagiakanmu, dan Jungkook juga masih kelas 2 SMA, aku
ingin Jungkook bisa kuliah dan meraih cita-citanya dahulu, baru setelah itu aku
bisa tenang menjalani kehidupan pribadiku sendiri” Taehyung agak khawatir
dengan ucapannya itu.Ia dapat merasakan perubahan raut wajah ibunya yang mulai
ingin menangis.
“eomma,
apa aku salah mengucapkan sesuatu?” tanya Taehyung yang kini mendekati ibunya
dan merangkulnya.
“hyung,
tidakkah kau sedih melihat eomma mengurusku yang sudah mulai besar dan eomma
selalu mengharapkanmu segera menikah karena hal itu memberikan kebahagiaan yang
besar untuk kita, terutama eomma, percayalah padaku hyung, aku bisa berusaha
sekuat tenaga supaya aku sukses sepertimu kelak, pikirkanlah hidupmu juga, kau
itu sudah kesepian, maksudku hatimu”Taehyung menunduk malu.Ia tak menyangka
Jungkook yang begitu polos dan manja dapat mengatakan kalimat sedalam itu.
Ibunya
meneteskan airmata karena terharu pada kedua putranya.
“eomma,
uljimayeo” bisik Taehyung lalu mengusap pelan airmata di pipi beliau dengan ibu
jarinya.
Hatinya
seperti tersayat jika melihat wanita paruh baya itu menangis.
“hmmm
aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada kalian berdua” Taehyung memang
akan kehilangan kata-katanya jika sudah berhadapan dengan ibu dan adiknya di
situasi seperti ini.Ia merangkul ibunya dan menepuk punggung adiknya bersamaan.
“hyung,
percayalah pada kami” ibunya mengangguk membenarkan ucapan Jungkook yang agak
bergetar itu.
Mata
elang itu mengeluarkan setitik cairan bening dan mengeratkan
pelukan mereka yang hangat.
pelukan mereka yang hangat.
Ahh
suasana pagi itu membuat Taehyung terus terjaga hingga malam.
Ia memikirkan banyak hal.Wajah tampan itu sedikit cemas.
.
.
Kling
Ia memikirkan banyak hal.Wajah tampan itu sedikit cemas.
.
.
Kling
Sebuah
ikon amplop surat itu muncul di layar ponselnya.Taehyung meliriknya sebentar
lalu mengambilnya dengan malas.
Deg
Kedua
manik tajam itu membulat membaca nama pengirim pesan.
Hwang
Rimi.
Taehyung
beranjak dari sofa empuknya dan bergegas keluar rumah.Entah apa isi pesan dari
gadis yang sedang diam-diam ia perhatikan tersebut.Langkahnya yang tergesa
membuat sang adik terbangun dari tidur dan melihat kakaknya menyalakan mesin
mobil.
Jungkook mengintip Taehyung dari balkon kamarnya dilantai 2 tersebut.Ia mengernyit heran.
Jungkook mengintip Taehyung dari balkon kamarnya dilantai 2 tersebut.Ia mengernyit heran.
“mau
kemana dia?” bisiknya saat mobil berwarna hitam legam itu dipacu cepat oleh
sang kakak.
TBC
Komentar
Posting Komentar