Langsung ke konten utama

MY 4D Doctor pt.5




Author : Kaizza24
Main cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : chaptered
Disclaimer :
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !



“sudah pagi” gumam Rimi terbangun dari tidurnya.Sejujurnya ia tak dapat tidur nyenyak karena melihat foto Taehyung sedang tidur itu di ponselnya.Jantungnya berdegub kencang saat membayangkan kejadian tadi malam.
“ahh Kim sonsaeng, bogoshippeosseo jigeum” ucapnya lirih.Hatinya merindukan sosok 4D itu sekarang.
Gadis itu menggeliat dan bergegas ke kamar mandi.Ia ingin segera sampai di rumah sakit dan dapat memandang wajah itu lagi.
“aku … jatuh cinta padanya” gumamnya dibawah shower.
.
.
“Jungkook-ah, kau bisa menjemput hyung kan nanti malam,?” tanyanya sembari merapikan rambut warna cokelat muda itu di depan cermin kamarnya.
Jungkook menyahut dari dapur.Ia sedang menggoreng telur.
“aromanya enak sekali Jungkook-ah” ucap Taehyung semangat.
Sudah beberapa hari ini adiknya menginap di apartemen.Karena sekolahnya memang sedang libur musim dingin.
“cepat keluar hyung, aku sudah menyiapkan sarapannya” tukas Jungkook menyajikan telur goreng buatannya di piring.
Taehyung tak dapat menahan rasa laparnya sejak semalam dan melahap sarapan buatan Jungkook itu.
“whoa apa rumah sakit tidak menjamin makananmu hyung, kau seperti singa kelaparan ckckck” ledek Jungkook
“aku memang singa, singa jantan !” jawabnya santai.Ia menirukan auman singa dengan mulut yang masih penuh makanan.
“berhentilah hyung, aku malu melihatmu dengan sifat 4D mu itu” lanjut Jungkook yang masih terheran mengapa keanehan kakaknya tak pernah berkurang, justru semakin bertambah seiring kedewasaannya.
Taehyung tertawa melihat Jungkook yang mencibir padanya.
“terima kasih sayangku, hyung berangkat dulu oke, jangan lupa jemput aku nanti jam 8 malam, mmuach” Jungkook hampir saja memuntahkan makanan dimulutnya karena Taehyung membuat kiss bye seperti orang gila.
“apa tadi dia memanggilku sayang?, ahh hyung sudah tidak waras !” umpatnya kesal.
.
.
Jantung Rimi tak berhenti berdegub kencang ketika ia tak sengaja bersamaan dengan Taehyung memasuki lobi rumah sakit.Taehyung menyapa ramah para pasiennya yang sedang berjalan atau sedang duduk sekedar melatih otot kaki mereka agar cepat pulih.
Rimi masih menatap langkah Taehyung dengan mata berbinar.Dan astaga, dengan jarak lebih dari 5 meter itu ia dapat mencium aroma parfumnya.
“aroma ini benar-benar mengacaukan otakku” Rimi bergumam sendiri.
Tap
“kenapa kau memejamkan matamu?” sapa seseorang.Suara ini benar-benar merdu ditelinga Rimi.
Perlahan ia membuka matanya.
Senyum khas yang memamerkan deretan gigi rapi itu menyapa indra penglihatan Rimi.Ia membeku melihat Taehyung dari jarak sedekat ini.
“ah hmm selamat pagi Kim sonsaengnim” sapanya sesopan mungkin.Lalu ia membungkukkan badan.
Taehyung terdiam sebentar menatap rambut Rimi yang kalau tak salah, aroma sampo stroberi ia hirup darinya.
‘hm manis’ batin Taehyung
Detik berikutnya ia tersadar ponselnya berdering, Taehyung menjawab panggilan dari sang ibu -rupanya.
“ne eomma, nanti Jungkook akan menjemputku, ne, ne” pembicaraan singkat itu membuat pertanyaan di benak Rimi.Mengapa Jungkook menjemputnya malam ini?.
“engg ssaem” panggil Rimi canggung.Ia bermaksud bertanya, namun Rimi urungkan karena sangat gugup.
Taehyung menoleh dan memandang lagi wajah Rimi.”ada apa?”
“ah animida, bukan apa-apa, silakan” Rimi mempersilakan Taehyung berjalan mendahuluinya.
Sementara Taehyung yang kemudian sibuk membalas pesan di ponselnya itu tak menghiraukan ocehan para perawat Park dan teman-temannya dari meja resepsionis.
Hari ini dia sangat cool..
Sosok 4D itu memang sangat menarik.
.
.
Pukul tujuh lewat 45 menit.
Jungkook sudah memarkir mobil Maserati itu di depan rumah sakit Samsung Medical Center.Ia turun dari mobil milik kakaknya itu dengan penuh percaya diri.Jungkook melihat sekilas beberapa staf administrasi rumah sakit yang berlalu lalang keluar masuk lobi, para staf itu memang tampak cantik dibalik seragam warna biru tua.
Ia bersemangat.
Tak lama ketika ia memasuki lobi, ia melihat meja resepsionis itu sedang dipadati para perawat.Jungkook dengan style baju basket putih kesukaannya itu menghampiri mereka.
“selamat malam, apakah aku bisa bertemu dengan hyung?”
Perawat Park bersama perawat yang lain membulatkan kedua mata mereka ketika melihat sosok jangkung Jungkook menyapanya ramah.Senyum menawan itu membuat mereka tak dapat mengatakan apa-apa.Namja ini sudah menyita perhatian mereka hanya dalam beberapa detik.
“ah maksud saya, apakah saya bisa bertemu dengan KimTaehyung sonsaeng?”Jungkook mengira dirinyalah yang salah mengucapkan sesuatu.Ia segera memperbaiki pertanyaannya.
Mereka semua membeku menatap Jungkook yang tampan dan bertubuh tinggi itu, bahkan melampaui tinggi kakaknya.
“ahh kau bisa mengikuti tanda biru di lantai dan berbelok ke kanan setelah tangga” ucap Rimi menyahut.Ia jengah karena tak satupun menjawab pertanyaan Jungkook.
“ah Rimi noona, apakah hyung ada diruangannya?” tanya Jungkook setelah menyadari Rimi-lah yang menjawab tadi.
Jungkook sengaja bersikap sangat manis di rumah sakit karena ia tak ingin menghancurkan image sang kakak yang menjadi dokter bedah terbaik di sana.
“ah iya, beliau baru saja selesai melakukan operasi, Jungkook-ssi” Rimi agak kaku memanggil secara formal pada Jungkook.Bagaimana pun ia sudah akrab dan cukup dekat untuk memanggilnya, Jungkook-ah.
“kalau begitu aku permisi dulu” ucap Jungkook menampilkan gigi kelincinya yang manis.Sesaat setelahnya, para perawat lain mulai ribut menanyakan apa hubungan Rimi dengan adik laki-laki Taehyung.
“yaa Rimi-ya, kau mencuri start dari kami, mengapa ia mengenalmu begitu akrab? Ahh” celotehan perawat Heesun membuatnya pening.
Di ruangan Taehyung.
Tok tok tok
“uhm masuklah” jawab Taehyung yang sedang meneguk air mineral dari botol itu.Kelihatannya ia sangat haus.
“oh kau rupanya, kenapa kau awal sekali?” Jungkook mendudukkan dirinya di kursi milik Taehyung.Ia juga mencoba mengenakan jas putih kebanggaan Taehyung itu dan bercermin.
“whoa aku sangat tampan sekali, ckckck, benar-benar” puji Jungkook pada dirinya sendiri.
Taehyung memasang wajah datar dan merapikan meja kerjanya.
“hyung, Rimi-noona, apakah kau tidak menjalin hubungan khusus dengannya?, kulihat ia cukup populer di kalangan perawat tadi, kalian cocok” ujar Jungkook sambil memainkan rubik Taehyung.
“hm, apa dia cukup cantik menurutmu Jeon Jungkook?” goda Taehyung.
Jungkook mengangguk yakin.
“dia yang paling cantik diantara perawat-perawat di depan” tukasnya jujur.
Taehyung menggeleng melihat adiknya yang menilai seseorang berdasarkan kepopuleran tersebut.
“sudahlah, ayo kita pulang, eomma pasti sudah menunggu” ajak Taehyung.
“arrasseo” Jungkook sebenarnya merasa betah tinggal di ruangan kerja milik Taehyung.Ia bisa duduk di kursi milik hyungnya dan bergaya seperti seorang dokter sungguhan.
“hyung, apakah kau tidak mengajak Rimi-noona?, eomma pasti memasak cukup banyak malam ini, otteyeo?” ajakan Jungkook sebetulnya tidak terlalu buruk.
Namun Taehyung tak dapat mengutarakan maksudnya saat melihat sosok Rimi di depannya.Mulutnya sedikit terbuka karena ia kehilangan semua kosakatanya.
Ia gugup.
Jungkook sudah menyikutnya beberapa kali.
“ehem, Rimi-ssi, ah itu …begini..” Taehyung kesulitan mengutarakan kalimatnya.
“ah hehe maafkan hyung Rimi-noona, ia hanya ingin mengatakan ingin mengajak noona makan malam dirumah kami,”
Deg
Deg
Deg
Jantung Rimi berdegub sangat kencang ketika Jungkook yang polos itu membantu mengutarakan maksud Taehyung.
Namja yang berprofesi sebagai dokter bedah itu tampak tersipu.Lihatlah senyumnya yang sangat menawan diwajahnya yang sedikit merona.
‘sempurna’ batin Rimi.
“ya Jeon Jungkook !, ishh maksudku memang seperti itu…apa kau mau?”
Taehyung mau tak mau harus menegaskan ajakan makan malam yang sejujurnya tak pernah ia rencanakan itu.
Ini kemauan nyonya Lee karena sudah 2 minggu putra tertuanya belum pulang.
Rimi masih gemetar sekedar untuk berbicara.
“ayolah noona, kau harus mau” desak Jungkook.Taehyung mengangguk, mengiyakan ‘ajakan’ adiknya.
Rimi akhirnya mengangguk pelan.Ia masih bingung dengan sikap Taehyung yang canggung di depannya.Sungguh berbeda dengan Taehyung yang biasanya.
“nah itu bagus, ayo kita berangkat” ajak Jungkook bersemangat.
Mereka bertiga berjalan canggung kecuali Jungkook yang mengoceh menceritakan bahwa masakan ibunya sangat enak.
Taehyung berusaha mengontrol rasa gugup itu.Begitu pula dengan gadis yang berjalan di sampingnya.Kalau tidak ada Jungkook, mungkin Taehyung sudah merangkul pinggang Rimi dan entahlah apa selanjutnya.Karena Rini dengan wajah meronanya itu, sungguh membuat cara kerja hormon Taehyung naik.
Namja bersurai cokelat itu mengipasi wajahnya.
.
.
Jungkook berlari membisikkan sesuatu pada ibunya.
“eomma, hyung mengajak kekasihnya kemari, eomma pasti terkejut” bisik Jungkook iseng.
Taehyung mempersilakan Rimi masuk dan ia langsung menyapa ramah nyonya Lee dengan semangat.Keduanya memang sudah pernah berjumpa sebelumnya.
“annyeonghaseyo ahjumma, lama tidak bertemu” ucapnya sopan.
Jungkook yang berdiri di belakang sang ibu itu terus tersenyum meledek pada Taehyung.
“berhentilah memanggilku ahjumma mulai sekarang, Rimi-ya, “ Rimi seolah tersambar petir mendengar ucapan ibu Taehyung itu.
Taehyung membelalakkan matanya tak percaya.
“panggil aku ommoni mulai sekarang, karena kau adalah kekasih Taehyung-ie, jadi tak lama lagi kau juga akan menjadi menantuku”
Deg
“kekasih?” ucap Rimi dan Taehyung bersamaan.
Jantung Rimi dan Taehyung berdetak sangat cepat.
“eomma … ”Taehyung mendekati sang ibu dengan ekspresi canggungnya.
Sedangkan Rimi masih memegang kedua pipinya yang memerah karena malu.Sungguh ia tak pernah menyangka hal seperti ini bisa terjadi.Hatinya sangat bahagia seperti letupan kembang api dimalam tahun baru.
“ne, ommoni” ucapnya bergetar.
Malam ini mereka berdua pasti tidak akan bisa tidur nyenyak.
.
.
“Kookie-ya, apa hyung belum bangun?” tanya nyonya Lee melihat Jungkook yang keluar dari kamar mandi.
Kedua matanya masih enggan terbuka lebar.Jungkook menguap lalu menggeleng pada ibunya.Masih dengan wajah kantuknya, namja yang pandai menari itu mengambil roti bakar buatan sang ibu dan mulai mengunyahnya sambil sekali-kali memejamkan matanya.
“oemma” Jungkook membersihkan sudut bibirnya yang terkena selai cokelat dengan punggung tangannya.
Ibunya mengetuk pelan dahi Jungkook karena gemas.
“hm ada apa?” jawab nyonya Lee dengan kedua tangannya yang menata sarapan di meja.
“hyung-ie ga, kapan sebenarnya dia mau menikah?, Jong Suk-ie (teman sekelas Jungkook) saja sudah punya keponakan yang lucu, ahh Taehyung hyung parah” gerutunya seolah dirinya lebih tua dari Taehyung.
Tap
“siapa yang parah hm?” Jungkook terkejut karena entah sejak kapan kakaknya sudah berdiri di belakangnya dengan wajah yang masih basah karena mencuci muka.
“ah hyung ! kau mengagetkan aku !” umpatnya kesal.
Nyonya Lee menyuruh anak tertuanya duduk dan meminta Jungkook mengambilkan handuk milik Taehyung disampingnya.
“kalian membicarakan aku sepanjang hari, apa tidak lelah?” Taehyung mulai sebal juga karena semenjak tadi malam, ya kejadian mendebarkan itu, ia mendengar Jungkook dan ibunya menggosip sampai lewat jam 2 pagi.
Dan isi perbincangan seru mereka didengar Taehyung dengan jelas.Konsep pernikahan yang paling bagus, jumlah anak yang harus Taehyung punya, nama anak-anak Taehyung nanti dsb.
Jungkook mengambilkan roti bakar dan mendekatkan toples selai cokelat pada hyungnya.
“Taehyung-ah, kurasa Jungkook ada benarnya, usiamu sudah mendekati 30 tahun dan pekerjaanmu sudah sukses, kapan kau memberikan ibumu seorang cucu yang meramaikan rumah kita hm?”
Taehyung tersedak.Ia terbatuk batuk dan membuat wajahnya memerah seketika.Jungkook tertawa terbahak diikuti kekehan ibunya yang menyodorkan segelas air putih.
“benar sekali kata eomma hyung, kapan aku dapat keponakan yang lucu?, apa kau sepayah itu huh?”
Pletak
Jungkook mendapatkan sentilan di dahinya karena kalimat itu.Ia meringis menggosok dahinya.”appo hyung”
Taehyung mengelap bibirnya dan menatap wajah ibunya yang penuh ketulusan itu dalam-dalam.Jungkook juga ikut mengamati tingkah
Taehyung yang memandangi ibu mereka.
Mata Jungkook bergantian melirik ibunya lalu Taehyung.Ia bingung kenapa suasana tiba-tiba menjadi hening.
“eomma, aku belum sepenuhnya membahagiakanmu, dan Jungkook juga masih kelas 2 SMA, aku ingin Jungkook bisa kuliah dan meraih cita-citanya dahulu, baru setelah itu aku bisa tenang menjalani kehidupan pribadiku sendiri” Taehyung agak khawatir dengan ucapannya itu.Ia dapat merasakan perubahan raut wajah ibunya yang mulai ingin menangis.
“eomma, apa aku salah mengucapkan sesuatu?” tanya Taehyung yang kini mendekati ibunya dan merangkulnya.
“hyung, tidakkah kau sedih melihat eomma mengurusku yang sudah mulai besar dan eomma selalu mengharapkanmu segera menikah karena hal itu memberikan kebahagiaan yang besar untuk kita, terutama eomma, percayalah padaku hyung, aku bisa berusaha sekuat tenaga supaya aku sukses sepertimu kelak, pikirkanlah hidupmu juga, kau itu sudah kesepian, maksudku hatimu”Taehyung menunduk malu.Ia tak menyangka Jungkook yang begitu polos dan manja dapat mengatakan kalimat sedalam itu.
Ibunya meneteskan airmata karena terharu pada kedua putranya.
“eomma, uljimayeo” bisik Taehyung lalu mengusap pelan airmata di pipi beliau dengan ibu jarinya.
Hatinya seperti tersayat jika melihat wanita paruh baya itu menangis.
“hmmm aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada kalian berdua” Taehyung memang akan kehilangan kata-katanya jika sudah berhadapan dengan ibu dan adiknya di situasi seperti ini.Ia merangkul ibunya dan menepuk punggung adiknya bersamaan.
“hyung, percayalah pada kami” ibunya mengangguk membenarkan ucapan Jungkook yang agak bergetar itu.
Mata elang itu mengeluarkan setitik cairan bening dan mengeratkan
pelukan mereka yang hangat.
Ahh suasana pagi itu membuat Taehyung terus terjaga hingga malam.
Ia memikirkan banyak hal.Wajah tampan itu sedikit cemas.
.
.
Kling
Sebuah ikon amplop surat itu muncul di layar ponselnya.Taehyung meliriknya sebentar lalu mengambilnya dengan malas.
Deg
Kedua manik tajam itu membulat membaca nama pengirim pesan.
Hwang Rimi.
Taehyung beranjak dari sofa empuknya dan bergegas keluar rumah.Entah apa isi pesan dari gadis yang sedang diam-diam ia perhatikan tersebut.Langkahnya yang tergesa membuat sang adik terbangun dari tidur dan melihat kakaknya menyalakan mesin mobil.
Jungkook mengintip Taehyung dari balkon kamarnya dilantai 2 tersebut.Ia mengernyit heran.
“mau kemana dia?” bisiknya saat mobil berwarna hitam legam itu dipacu cepat oleh sang kakak.
TBC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When BTS Member Sick pt.2 Jeon Jungkook

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities. So, get into the feel guys ! GENRE      :AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) . . Chapter 2.Jeon Jungkook “ maknae , tolong ambilkan air minum dilantai bawah” teriak manajer hyung. Kali ini mereka sedang berkumpul diruang latihan.Semuanya tampak kelelahan dan mandi keringat.Jungkook bergegas menuruni anak tangga dan mengambil botol air mineral permintaaan manajer hyung. “ah berat juga ternyata” gumamnya sambil mengangkat kardus air mineral itu kedalam lift .Jungkook terlalu lelah untuk menaiki tangga dengan membawa beban.

My 4D Doctor pt.1

Main cast    : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi OC             : BTS member Genre          : Romance/AU/Slight comedy Rate            : T to M Length         : Chaptered Disclaimer   : Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri. Don’t be silent reader, RnR jusseyoo ! . .    Prologue 10 Tahun Silam “Taehyung-ah !... Taetae-ya !.... cepat kemari, tangan Jimin terluka ! dia berdarah !!” teriak seorang remaja laki-laki 12 tahun di depan sebuah jendela besar kamar milik Taehyung. Anak itu berteriak ketakutan s...

When BTS Member Sick pt.3 Min Yoongi (SUGA)

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities.So, get into the feel guys ! GENRE      : AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) Chapter 3.Min Yoongi (Suga) Suga - namja bermata sipit itu melamun menatap keluar jendela kamarnya.Pagi itu cuaca sedang tidak bagus dan mendung.Suga sudah berjanji akan mengajak V membeli beberapa peralatan sekolah Jungkook.Sedangkan si maknae , ia memiliki jadwal pemotretan bersama member yang tersisa. “ah kenapa cuacanya begini?” gumamnya kecewa.Pasalnya, V dan dirinya sudah diminta oleh Jungkook membelikan sepatu, tas dan beberapa peralatan sekolah lainnya karena ia akan mendaftar sekolah dua hari lagi.Dan Suga sudah menyatakan berjanji untuk hal itu.