Langsung ke konten utama

My 4D Doctor pt.4




Author : Kaizza24
Main cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : Chaptered
Disclaimer :
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !
.
.
“rumor?”
ia merasa begitu bodoh.Beberapa calon perawat lainnya sibuk membicarakan tentang dokter yang mereka maksud.Rimi diam-diam tersenyum kecil.
“ya, rumor kalau dia masih belum memiliki kekasih, itu sangat bagus bukan?”
Rimi tersenyum kecil mendengar ucapan salah satu dari mereka.

“aku sudah bertemu dengan beliau satu kali !” ucap Rimi percaya diri.Ia membuat keenam calon perawat lainnya menjadi lesu.
Dalam hati, Rimi terkikik senang.Ia melakukannya karena ia juga menyukai sosok Kim Taehyung.
“selamat pagi” ucap seorang dokter muda yang tadi sudah menjadi topik utama diantara calon perawat memasuki ruangan.Kemudian ia mengambil tempat duduk.Tatapan matanya yang selalu tajam membuat mereka terdiam.
Hening.
Mereka bersiap serapi mungkin dan tidak bersuara lagi.
“perkenalkan saya Kim Taehyung, salah satu dokter bedah disini, kalian bisa memanggilku dokter Kim.Saya akan membagikan jadwal tugas kalian untuk 6 bulan kedepan.
“Semua peraturan harus dipatuhi.” Ucapnya tegas.
Suara agak berat itu terdengar berwibawa di depan Rimi.
“tolong jangan berbuat ceroboh dan apalagi sampai membahayakan pasien, kalian akan tahu konsekuensinya jika kalian membaca buku panduan dengan benar, mengerti !” Taehyung agak meninggikan nada bicaranya di akhir kalimat.
“ne saya mengerti sonsaengnim !” ucap mereka bertujuh serentak.
Taehyung meninggalkan ruang analisa itu dan kembali ke ruangannya.
“whoaaa itukah Kim sonsaeng?, Eiiiy, dia sangat imut” mereka sudah mulai berbincang lagi.Rimi menarik nafas dalam dan bergegas ke ruang perawat untuk menyiapkan diri.
“ayolah, kalian tidak membaca peraturan nomor 4 uh, disana tertulis perawat yang sedang magang tidak diijinkan bergosip di tengah pekerjaannya” sahut Rimi santai.
“ahh kau benar” lenguhan itu menjadi pertanda mereka sudah mengecek peraturan nomor 4 yang dikatakan Rimi.
.
.
.
Pagi itu Taehyung masih tertidur pulas diranjang besarnya.Ia tak tidur dengan baik selama 2 minggu karena menangani beberapa operasi besar.Tingkah laku para perawat yang masih magang itu juga menyita perhatiannya.Bagaimana tidak?, salah satu dari mereka membuat kesalahan diagnosa ringan dan akhirnya Taehyung-lah yang mendapat omelan dari senior.Dan beberapa kejadian seperti obat yang hampir tertukar dan cara yang buruk menangani pasien anak-anak membuat pikirannya berputar.
Kedua kelopak mata yang agak sembab itu masih rapat tertutup.Dengkuran halus terdengar lucu ketika Taehyung membuat mulutnya terbuka.Siapa pun yang melihatnya dalam situasi ini, pasti merasa gemas.
Tak lama kemudian suara dering ponselnya mengagetkan Taehyung.Ia menggapai ponselnya di nakas tempat tidurnya sambil –masih- memejamkan kedua matanya.Ia sangat mengantuk.
“ah yeoboseyo?” ucapnya serak.
“mwo??” didepan apartemenku?, ahh bocah itu !!“ umpatnya kesal,
Jungkook meneleponnya dan mengatakan ia bersama Hoseok dan Jimin.Mereka sangat ingin bertemu Taehyung.
“hei Taehyung-ah, whoa apartemenmu bagus sekali” oceh Jimin yang terkagum dengan apa yang ia lihat.Taehyung menguap dan menyuruh Jungkook membuatkan minuman, sementara ia pergi ke kamar mandi.Ia masih sangat lesu sekedar untuk terkejut karena melihat Hoseok.Ia ingat beberapa minggu lalu kekasihnya, Minah, melahirkan di apartemennya.
“Jungkook-ah, apa kau punya cola di kulkas?” teriak Jimin yang masih mengitari ruang tengah Taehyung.Disana ada beberapa piagam penghargaan dan sejumlah banyak piala dipajang di dalam lemari kaca.Semua itu atas nama Kim Taehyung.
“ne hyung, akan kubawakan” jawab Jungkook dari dapur.
“ckckckck, kau memang keren Taehyung-ah” Jimin mengacungkan dua ibu jarinya ke atas.
Hoseok yang lebih tampak malu bertemu Taehyung perihal Minah itu, hanya terdiam tak berpaling menatap vas bunga di meja.Pikirannya kacau sekarang.
“Hoseok hyung mau minum apa?” tawar Jungkook.Hoseok menggeleng.Ia bahkan merasa sudah mencoreng nama baik sahabatnya, Taehyung, dengan pergi tanpa kabar dan meninggalkan kekasihnya yang tengah hamil tua itu.
“nanti saja Jungkook-ah” ucapnya lirih.
Jungkook mengangguk kaku.Ia melihat Jimin memberikan isyarat untuk tak bertanya banyak pada Hoseok.
15 menit kemudian.
“apakah mandinya seorang dokter memang lama?” ledek Jimin yang melihat Taehyung sudah rapi dan menguarkan aroma parfum favoritnya, aroma tunisia neroli dan cedarwood yang elegan.
“Hoseok hyung, aku mau bicara denganmu” Taehyung mengajak Hoseok untuk pergi ke balkon.
Jimin dan Jungkook memilih bermain game berdua untuk menghabiskan akhir pekan ini.
Di balkon.
“hyung, sebenarnya apa yang kau lakukan huh?” Taehyung melipat kedua tangan di dada, ia kesal.
Hoseok menoleh pada sosok Taehyung yang begitu ia hargai.Ia sangat malu.
“maafkan aku Taehyung-ah, aku memang bersalah.Sore itu aku bertengkar dengan Minah karena orangtuanya menolakku untuk menikahinya.Aku ingin sekali bertanggungjawab terhadap anak yang sudah dilahirkannya.Aku sangat malu bahkan untuk melihatmu saja aku sudah lemas.Jungkook bercerita kalau kau dan seorang dokter bernama Oh Sehun yang telah membantu Minah.” tetesan air mata Hoseok mulai membasahi kemeja yang ia pakai.
Taehyung merangkul Hoseok.
“hyung, kau harus tahu, Minah adalah wanita yang kuat dan tegar, malam itu ia sudah ingin putus asa, tapi aku memberitahunya untuk tetap berjuang dan merawat anaknya nanti, dia sudah mengalami banyak tekanan malam itu.Dan bayi itu sangat mirip denganmu hyung, kau harus bangga padanya” nasihat Taehyung benar-benar membuat lutut Hoseok lemas.Ia terhuyung dan menumpahkan semua bentuk rasa bersalahnya pada udara dingin.Taehyung melihatnya sedih.
“Minah-ya, maafkan aku” teriak Hoseok ke udara.
Tangisan itu terdengar pilu dan Taehyung meninggalkan Hoseok agar ia menenangkan diri.
“Jungkook-ah, apa kau tahu dimana Minah tinggal?” tanya Taehyung sekembalinya dari balkon.
Jungkook menggeleng.Namun Jimin menghentikan game-nya dan mengubah posisinya menghadap Taehyung.
“aku tahu dimana Minah tinggal”
“aku sempat bertemu dengannya minggu kemarin.Minah mengatakan ia menyewa sebuah rumah di dekat rumah sakit.” Jungkook dan Taehyung mengangguk mendengar Jimin.
“arrasseo” ucap Taehyung lega.
.
.
Malam itu mereka bertiga mengantar Hoseok kerumah Minah untuk bertemu anaknya yang masih bayi.Sekaligus Taehyung juga ingin melihat sahabatnya kembali rujuk.
“ayolah Hoseok hyung, kau kan sudah menjadi seorang ayah, jangan menangis terus” goda Jimin.
Taehyung tertawa melihat keakraban sahabatnya.
“chakammannyeo, ya hyung, apa itu gadis yang pergi magang di rumah sakit?”, rasanya aku pernah melihatnya” ucap Jungkook mengagetkan Taehyung.
Seorang gadis yang mengenakan seragam perawat itu berjalan sambil terlihat bingung.Taehyung memilih keluar dari mobil dan menyapanya.
“Rimi-ssi?” sapa Taehyung agak canggung.Karena ia terbiasa bertemu Rimi dengan jas putih, kali ini ia memakai pakaian santainya dengan jaket biru tua.
Rimi menghentikan jalannya dan terbelalak menatap Taehyung.Ia sama sekali tak menyangka akan bertemu orang yang ia sukai diluar rumah sakit.
“ah selamat malam Kim sonsaengnim” Rimi membungkukkan badannya.Ia gugup.
Taehyung membetulkan letak kacamata bulatnya.
Sementara itu di dalam mobil, Jungkook sudah ribut dengan Jimin karena mengintip Taehyung yang bertemu dengan seorang gadis.
“kenapa kau mengenakan seragammu diluar rumah sakit, dan jam tugas kalian kan sudah berakhir tadi sore?” ucapnya sedikit penasaran mengapa Rimi berada diluar sendirian.
“ah aniyeo ssaem, aku tadi memang menggantikan tugas perawat Park sebentar karena beliau mendadak sakit perut” ucap Rimi agak terbata.
Ia melihat sisi lain seorang dokter Kim Taehyung.Ia benar-benar kagum dengan pesona yang dimiliki Taehyung.
“kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Taehyung yang merasa aneh karena Rimi mengamatinya dengan detail.
Blush
Kedua pipi Rimi bersemu merah.Beruntung sekali sekarang malam hari, jadi Taehyung tidak akan menyadarinya.
“ikutlah bersama kami, kebetulan aku ingin berkunjung kerumah temanku di sekitar sini” ajak Taehyung.
Rimi mendongak dan mengerjapkan matanya.”ah bolehkah begitu?” tanyanya kaku.
Taehyung pun memanggil Jungkook dan Jimin untuk keluar dari mobil.Rumah Minah harus dilalui dengan jalan kaki.
“ah jadi nama noona itu Hwang Rimi, oemma menceritakannya padaku” ujar Jungkook ketika mereka asyik membahas mari-mengenal-Rimi.
Rimi mengangguk tersipu.Taehyung tersenyum kecil melihatnya.
.
.
“HWANG RI MI !!!!!?’ bentak Taehyung marah karena melihat map rekam medis pasien itu robek dan beberapa diantaranya hilang.Rimi yang merasa dipanggil dengan teriakan itu segera berlari menghampiri sang dokter.
“ada apa Kim sonsaengnim?” tanyanya takut.Ia baru kali ini mendengar suara Taehyung sangat tinggi dan marah.
Taehyung menyodorkan beberapa map rekam medis pasien yang rusak itu pada Rimi.Rimi terkejut bukan main saat melihat beberapa kertas hasil pemeriksaan itu tampak rusak dan jatuh ke lantai.
“lihatlah perbuatanmu, apa benar kau yang bertugas kemarin sore menggantikan perawat Park !!??” tanyanya masih membentak.
Rimi merasa lututnya lemas mendengar namja yang disukainya itu tengah memarahinya.Ia mengangguk pelan.
“jadi katakan kenapa ini bisa rusak !?”
Taehyung memarahi Rimi diruangannya.Jadi tak akan ada seorang pun yang berani masuk atau menguping.
“maafkan aku ssaem, tapi aku tidak melakukannya” ucap Rimi terbata.
“jangan menangis !!, seorang perawat itu tidak boleh cengeng !” bentaknya sekali lagi,
Rimi berusaha keras berpikir bagaimana bisa map-map yang sudah ia simpan di dalam loker itu rusak.
“apa Kim sonsaengnim sudah mengkonfirmasinya ke perawat Park?, karena kemarin sore sebelum aku keluar dari rumah sakit, perawat Park memeriksanya” Taehyung melepas kacamata bulatnya dan mendengus kesal.
“panggil perawat Park kemari !” perintahnya pada Rimi.
Rimi mengangguk dan bergegas memanggil perawat Park.Entah sejak kapan airmatanya menetes.
.
.
“sudahlah Rimi-ya, bersabarlah, Kim sonsaengnim memang memiliki keunikan dalam dirinya.Disatu waktu ia akan terlihat sangat ramah dan lucu dimata kita, tapi jangan mengabaikan ketika ia marah, ia akan tak segan-segan membentak kita”hibur perawat Heesun.
Rimi merosot dibalik meja panjang perawat itu dan menangis tersedu.
“Kim sonsaeng memang kejam !” umpatnya kesal.
“Siapa yang kau bilang kejam?!” sahut seseorang mengagetkan Rimi.Seperti kilat yang menyambar tubuhnya, ia merasa mati lemas mendengar suara berat itu.
Perawat Heesun meminta Rimi untuk segera berdiri dan meminta maaf.
Taehyung menatap serius wajah para perawat di depannya.Mata elang itu berhenti pada Rimi yang tampak menyeka kasar airmatanya.
“tsk, kenapa kau membicarakan aku hm?” tanyanya penuh dengan nada sindiran.
“aku minta maaf Kim sonsaengnim, aku tidak akan mengulanginya lagi” jawab Rimi berusaha bernada tegas.
“selesaikan rekam medis ini nanti malam, sebelum pagi, aku sudah melihatnya rapi di mejaku, kau mengerti ?” ucapnya tegas,
Rimi mengangguk tertunduk, ia cukup memalukan dengan umpatannya tadi.
“maafkan aku ssaem” ulangnya saat sosok Taehyung melengang pergi.
“berhentilah menangis Rimi-ya” ucap perawat Sung menepuk punggung Rimi.Ia juga mengatakan perawat Park memang terkadang terlalu berlebihan pada anak-anak magang.Toh itu semua juga akan menjadi pengalaman penting bagi seorang perawat sepreti Rimi.
.
.
Taehyung mengipasi dirinya sendiri yang entah mengapa sangat gerah saat menatap wajah menangis Rimi tadi.Ia tidak mungkin membiarkan hal fatal seperti merusak rekam medis terjadi.Mau tak mau ia harus memarahi dan memberi Rimi pelajaran.
“ah apa aku tadi sangat kasar?” ia mulai berbicara sendiri lagi.
.
.
Waktu bertugas Rimi sudah berakhir setengah jam yang lalu.Ia menunggu Kim sonsaeng untuk mengerjakan rekam medis diruangannya.Sedangkan orang yang ia tunggu sedang berada di dalam ruang operasi.Taehyung sedang melakukan operasi pasien yang menderita penyakit tumor usus.
“ahh, aku mengantuk sekali” Rimi menguap diruang tunggu yang letaknya berdekatan dengan ruangan Taehyung.
Matanya sudah mengantuk karena ia menunggu hingga semua perawat sudah berganti shift.Rimi kurang akrab dengan perawat yang bertugas jaga malam.Jadi ia menunggu Taehyung disitu.
“ah mataku benar-benar” ia mengumpat sendiri.
Perlahan ia menyandarkan kepalanya yang sudah berat itu dan tertidur pulas.
1 jam kemudian.
Taehyung yang barusaja keluar dari ruang operasi berjalan ke lantai dua.Ia sedikit bersenandung dengan suara merdunya sekedar memecah kesunyian di lorong rumah sakit itu.Ia melihat jam tangannya dan bergegas menuju ruangan.
Taehyung melihat seseorang meringkuk diatas kursi tunggu pasien.Ia perlahan mengamatinya dari dekat.
“aish kamjjakgiya !!, Hwang Rimi-ssi, kenapa kau tidur disini?” ucapnya kaget saat menyadari orang yang meringkuk itu Rimi.
“ahh ssaem, kenapa lama sekali?” Rimi yang masih sangat mengantuk itu meluruskan kakinya yang kesemutan karena posisinya tidur meringkuk tadi.
“bangunlah” pinta Taehyung yang sigap menangkap lengan Rimi ketika gadis itu terhuyung.
Deg
‘Detak jantung apa ini ?’pikir Taehyung saat menyentuh lengan Rimi.
Tiba-tiba ia merasa gugup.
Rimi tak menyadari bahwa Taehyung tengah menatapnya lekat.Taehyung melepaskan tangannya dari lengan Rimi sebelum gadis itu sadar.
“masuklah, apa kau mau minum kopi?” tawarnya yang sedikit merasa bersalah karena membuat Rimi menunggu hingga tertidur.
Taehyung mengambilkan segelas kopi dan ia meminum cola.Dan mulai mengamati Rimi yang mengerjakan laporan rekam medis pasien itu.
Sebenarnya ia tak tega jika harus menyuruh perawat magang mengerjakan dokumen penting itu selarut ini.Ia hanya terlanjur emosi dan tak dapat menarik kembali kata-katanya.
Namja bersurai -kali ini- cokelat muda itu sudah menguap.Namun kedua maniknya tetap fokus melihat Rimi yang tak berhenti menulis dan menyalin semua kertas itu.
Ia merasa buruk pada Rimi.
“Rimi-ya, ah maksudku Rimi-ssi, apa kau lelah?, wajahmu sudah pucat, pulanglah dan biarkan aku saja yang menyelesaikannya” Taehyung berusaha berkata selembut mungkin.
Rimi berpura-pura tak mendengarkan.Ia memusatkan pikirannya agar dokumen-dokumen sialan itu cepat selesai dan ia dapat terbebas dari kemarahan Taehyung.
“Rimi-ssi, apa kau mengabaikan aku?” nada Taehyung terdengar seperti sedang dicampakkan kekasihnya.
Rimi terkekeh kecil.Ia justru sangat tidak ingin pulang malam ini, ia bisa leluasa menatap wajah imut dokter atasannya itu dengan bebas.Tidak ada perawat Park atau perawat lainnya yang menganggu.
‘ah seperti berada di surga’ batin Rimi bergejolak saat melihat Taehyung sudah memejamkan kedua matanya.Ia tampak sangat lelah.
“wajah ini seperti wajah malaikat” gumamnya sambil terus memandang Taehyung.
Dengan bantal leher singa milik Taehyung itu, Rimi tersenyum bahagia melihatnya.Kali ini ia dapat menyaksikan sendiri betapa imut sisi Taehyung yang satu ini.
Klik
Rimi mengabadikan momen lucu ini di ponselnya.Foto Taehyung yang hanya memakai kaus pendek abu-abunya dan tertidur dengan bantal leher melingkar berbentuk singa lucu itu membuat Rimi benar-benar takjub.
“ah perawat Heesun benar, Kim Sonsaeng memiliki sifat 4D, beruntung sekali aku dapat melihat wajah imutnya saat tidur” Rimi menatap wajah cute Taehyung berlama-lama.Ia sudah menyelesaikan semua laporan medis itu dan menopang dagunya untuk memandangi sosok Kim Taehyung.
“ah my 4D doctor” gumamnya tersenyum.
TBC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When BTS Member Sick pt.2 Jeon Jungkook

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities. So, get into the feel guys ! GENRE      :AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) . . Chapter 2.Jeon Jungkook “ maknae , tolong ambilkan air minum dilantai bawah” teriak manajer hyung. Kali ini mereka sedang berkumpul diruang latihan.Semuanya tampak kelelahan dan mandi keringat.Jungkook bergegas menuruni anak tangga dan mengambil botol air mineral permintaaan manajer hyung. “ah berat juga ternyata” gumamnya sambil mengangkat kardus air mineral itu kedalam lift .Jungkook terlalu lelah untuk menaiki tangga dengan membawa beban.

My 4D Doctor pt.1

Main cast    : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi OC             : BTS member Genre          : Romance/AU/Slight comedy Rate            : T to M Length         : Chaptered Disclaimer   : Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri. Don’t be silent reader, RnR jusseyoo ! . .    Prologue 10 Tahun Silam “Taehyung-ah !... Taetae-ya !.... cepat kemari, tangan Jimin terluka ! dia berdarah !!” teriak seorang remaja laki-laki 12 tahun di depan sebuah jendela besar kamar milik Taehyung. Anak itu berteriak ketakutan s...

When BTS Member Sick pt.3 Min Yoongi (SUGA)

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities.So, get into the feel guys ! GENRE      : AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) Chapter 3.Min Yoongi (Suga) Suga - namja bermata sipit itu melamun menatap keluar jendela kamarnya.Pagi itu cuaca sedang tidak bagus dan mendung.Suga sudah berjanji akan mengajak V membeli beberapa peralatan sekolah Jungkook.Sedangkan si maknae , ia memiliki jadwal pemotretan bersama member yang tersisa. “ah kenapa cuacanya begini?” gumamnya kecewa.Pasalnya, V dan dirinya sudah diminta oleh Jungkook membelikan sepatu, tas dan beberapa peralatan sekolah lainnya karena ia akan mendaftar sekolah dua hari lagi.Dan Suga sudah menyatakan berjanji untuk hal itu.