Author
: Kaizza24
Main
cast : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : Chaptered
OC : BTS member
Genre : Romance/AU/Slight comedy
Rate : T to M
Length : Chaptered
Disclaimer
:
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !
.
.
Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri.
Don’t be silent reader, RnR jusseyoo !
.
.
“rumor?”
ia
merasa begitu bodoh.Beberapa calon perawat lainnya sibuk membicarakan tentang
dokter yang mereka maksud.Rimi diam-diam tersenyum kecil.
“ya,
rumor kalau dia masih belum memiliki kekasih, itu sangat bagus bukan?”
Rimi
tersenyum kecil mendengar ucapan salah satu dari mereka.
“aku
sudah bertemu dengan beliau satu kali !” ucap Rimi percaya diri.Ia membuat
keenam calon perawat lainnya menjadi lesu.
Dalam
hati, Rimi terkikik senang.Ia melakukannya karena ia juga menyukai sosok Kim
Taehyung.
“selamat
pagi” ucap seorang dokter muda yang tadi sudah menjadi topik utama diantara
calon perawat memasuki ruangan.Kemudian ia mengambil tempat duduk.Tatapan
matanya yang selalu tajam membuat mereka terdiam.
Hening.
Mereka bersiap serapi mungkin dan tidak bersuara lagi.
Mereka bersiap serapi mungkin dan tidak bersuara lagi.
“perkenalkan
saya Kim Taehyung, salah satu dokter bedah disini, kalian bisa memanggilku
dokter Kim.Saya akan membagikan jadwal tugas kalian untuk 6 bulan kedepan.
“Semua
peraturan harus dipatuhi.” Ucapnya tegas.
Suara
agak berat itu terdengar berwibawa di depan Rimi.
“tolong
jangan berbuat ceroboh dan apalagi sampai membahayakan pasien, kalian akan tahu
konsekuensinya jika kalian membaca buku panduan dengan benar, mengerti !”
Taehyung agak meninggikan nada bicaranya di akhir kalimat.
“ne
saya mengerti sonsaengnim !” ucap mereka bertujuh serentak.
Taehyung meninggalkan ruang analisa itu dan kembali ke ruangannya.
Taehyung meninggalkan ruang analisa itu dan kembali ke ruangannya.
“whoaaa
itukah Kim sonsaeng?, Eiiiy, dia sangat imut” mereka sudah mulai berbincang
lagi.Rimi menarik nafas dalam dan bergegas ke ruang perawat untuk menyiapkan
diri.
“ayolah,
kalian tidak membaca peraturan nomor 4 uh, disana tertulis perawat yang sedang
magang tidak diijinkan bergosip di tengah pekerjaannya” sahut Rimi santai.
“ahh
kau benar” lenguhan itu menjadi pertanda mereka sudah mengecek peraturan nomor
4 yang dikatakan Rimi.
.
.
.
Pagi itu Taehyung masih tertidur pulas diranjang besarnya.Ia tak tidur dengan baik selama 2 minggu karena menangani beberapa operasi besar.Tingkah laku para perawat yang masih magang itu juga menyita perhatiannya.Bagaimana tidak?, salah satu dari mereka membuat kesalahan diagnosa ringan dan akhirnya Taehyung-lah yang mendapat omelan dari senior.Dan beberapa kejadian seperti obat yang hampir tertukar dan cara yang buruk menangani pasien anak-anak membuat pikirannya berputar.
.
.
.
Pagi itu Taehyung masih tertidur pulas diranjang besarnya.Ia tak tidur dengan baik selama 2 minggu karena menangani beberapa operasi besar.Tingkah laku para perawat yang masih magang itu juga menyita perhatiannya.Bagaimana tidak?, salah satu dari mereka membuat kesalahan diagnosa ringan dan akhirnya Taehyung-lah yang mendapat omelan dari senior.Dan beberapa kejadian seperti obat yang hampir tertukar dan cara yang buruk menangani pasien anak-anak membuat pikirannya berputar.
Kedua
kelopak mata yang agak sembab itu masih rapat tertutup.Dengkuran halus
terdengar lucu ketika Taehyung membuat mulutnya terbuka.Siapa pun yang
melihatnya dalam situasi ini, pasti merasa gemas.
Tak
lama kemudian suara dering ponselnya mengagetkan Taehyung.Ia menggapai
ponselnya di nakas tempat tidurnya sambil –masih- memejamkan kedua matanya.Ia
sangat mengantuk.
“ah
yeoboseyo?” ucapnya serak.
“mwo??”
didepan apartemenku?, ahh bocah itu !!“ umpatnya kesal,
Jungkook
meneleponnya dan mengatakan ia bersama Hoseok dan Jimin.Mereka sangat ingin
bertemu Taehyung.
“hei
Taehyung-ah, whoa apartemenmu bagus sekali” oceh Jimin yang terkagum dengan apa
yang ia lihat.Taehyung menguap dan menyuruh Jungkook membuatkan minuman,
sementara ia pergi ke kamar mandi.Ia masih sangat lesu sekedar untuk terkejut
karena melihat Hoseok.Ia ingat beberapa minggu lalu kekasihnya, Minah,
melahirkan di apartemennya.
“Jungkook-ah,
apa kau punya cola di kulkas?” teriak Jimin yang masih mengitari ruang tengah
Taehyung.Disana ada beberapa piagam penghargaan dan sejumlah banyak piala
dipajang di dalam lemari kaca.Semua itu atas nama Kim Taehyung.
“ne
hyung, akan kubawakan” jawab Jungkook dari dapur.
“ckckckck,
kau memang keren Taehyung-ah” Jimin mengacungkan dua ibu jarinya ke atas.
Hoseok
yang lebih tampak malu bertemu Taehyung perihal Minah itu, hanya terdiam tak
berpaling menatap vas bunga di meja.Pikirannya kacau sekarang.
“Hoseok
hyung mau minum apa?” tawar Jungkook.Hoseok menggeleng.Ia bahkan merasa sudah
mencoreng nama baik sahabatnya, Taehyung, dengan pergi tanpa kabar dan
meninggalkan kekasihnya yang tengah hamil tua itu.
“nanti
saja Jungkook-ah” ucapnya lirih.
Jungkook
mengangguk kaku.Ia melihat Jimin memberikan isyarat untuk tak bertanya banyak
pada Hoseok.
15
menit kemudian.
“apakah
mandinya seorang dokter memang lama?” ledek Jimin yang melihat Taehyung sudah
rapi dan menguarkan aroma parfum favoritnya, aroma tunisia neroli dan cedarwood
yang elegan.
“Hoseok
hyung, aku mau bicara denganmu” Taehyung mengajak Hoseok untuk pergi ke balkon.
Jimin
dan Jungkook memilih bermain game berdua untuk menghabiskan akhir pekan ini.
Di
balkon.
“hyung,
sebenarnya apa yang kau lakukan huh?” Taehyung melipat kedua tangan di dada, ia
kesal.
Hoseok
menoleh pada sosok Taehyung yang begitu ia hargai.Ia sangat malu.
“maafkan
aku Taehyung-ah, aku memang bersalah.Sore itu aku bertengkar dengan Minah
karena orangtuanya menolakku untuk menikahinya.Aku ingin sekali
bertanggungjawab terhadap anak yang sudah dilahirkannya.Aku sangat malu bahkan
untuk melihatmu saja aku sudah lemas.Jungkook bercerita kalau kau dan seorang
dokter bernama Oh Sehun yang telah membantu Minah.” tetesan air mata Hoseok
mulai membasahi kemeja yang ia pakai.
Taehyung
merangkul Hoseok.
“hyung,
kau harus tahu, Minah adalah wanita yang kuat dan tegar, malam itu ia sudah
ingin putus asa, tapi aku memberitahunya untuk tetap berjuang dan merawat
anaknya nanti, dia sudah mengalami banyak tekanan malam itu.Dan bayi itu sangat
mirip denganmu hyung, kau harus bangga padanya” nasihat Taehyung benar-benar
membuat lutut Hoseok lemas.Ia terhuyung dan menumpahkan semua bentuk rasa
bersalahnya pada udara dingin.Taehyung melihatnya sedih.
“Minah-ya,
maafkan aku” teriak Hoseok ke udara.
Tangisan
itu terdengar pilu dan Taehyung meninggalkan Hoseok agar ia menenangkan diri.
“Jungkook-ah,
apa kau tahu dimana Minah tinggal?” tanya Taehyung sekembalinya dari balkon.
Jungkook
menggeleng.Namun Jimin menghentikan game-nya dan mengubah posisinya menghadap
Taehyung.
“aku
tahu dimana Minah tinggal”
“aku
sempat bertemu dengannya minggu kemarin.Minah mengatakan ia menyewa sebuah
rumah di dekat rumah sakit.” Jungkook dan Taehyung mengangguk mendengar Jimin.
“arrasseo”
ucap Taehyung lega.
.
.
Malam itu mereka bertiga mengantar Hoseok kerumah Minah untuk bertemu anaknya yang masih bayi.Sekaligus Taehyung juga ingin melihat sahabatnya kembali rujuk.
.
.
Malam itu mereka bertiga mengantar Hoseok kerumah Minah untuk bertemu anaknya yang masih bayi.Sekaligus Taehyung juga ingin melihat sahabatnya kembali rujuk.
“ayolah
Hoseok hyung, kau kan sudah menjadi seorang ayah, jangan menangis terus” goda
Jimin.
Taehyung
tertawa melihat keakraban sahabatnya.
“chakammannyeo,
ya hyung, apa itu gadis yang pergi magang di rumah sakit?”, rasanya aku pernah
melihatnya” ucap Jungkook mengagetkan Taehyung.
Seorang
gadis yang mengenakan seragam perawat itu berjalan sambil terlihat
bingung.Taehyung memilih keluar dari mobil dan menyapanya.
“Rimi-ssi?”
sapa Taehyung agak canggung.Karena ia terbiasa bertemu Rimi dengan jas putih,
kali ini ia memakai pakaian santainya dengan jaket biru tua.
Rimi
menghentikan jalannya dan terbelalak menatap Taehyung.Ia sama sekali tak
menyangka akan bertemu orang yang ia sukai diluar rumah sakit.
“ah
selamat malam Kim sonsaengnim” Rimi membungkukkan badannya.Ia gugup.
Taehyung
membetulkan letak kacamata bulatnya.
Sementara
itu di dalam mobil, Jungkook sudah ribut dengan Jimin karena mengintip Taehyung
yang bertemu dengan seorang gadis.
“kenapa
kau mengenakan seragammu diluar rumah sakit, dan jam tugas kalian kan sudah
berakhir tadi sore?” ucapnya sedikit penasaran mengapa Rimi berada diluar
sendirian.
“ah
aniyeo ssaem, aku tadi memang menggantikan tugas perawat Park sebentar karena
beliau mendadak sakit perut” ucap Rimi agak terbata.
Ia melihat sisi lain seorang dokter Kim Taehyung.Ia benar-benar kagum dengan pesona yang dimiliki Taehyung.
Ia melihat sisi lain seorang dokter Kim Taehyung.Ia benar-benar kagum dengan pesona yang dimiliki Taehyung.
“kenapa
kau melihatku seperti itu?” tanya Taehyung yang merasa aneh karena Rimi
mengamatinya dengan detail.
Blush
Kedua
pipi Rimi bersemu merah.Beruntung sekali sekarang malam hari, jadi Taehyung
tidak akan menyadarinya.
“ikutlah
bersama kami, kebetulan aku ingin berkunjung kerumah temanku di sekitar sini”
ajak Taehyung.
Rimi
mendongak dan mengerjapkan matanya.”ah bolehkah begitu?” tanyanya kaku.
Taehyung
pun memanggil Jungkook dan Jimin untuk keluar dari mobil.Rumah Minah harus
dilalui dengan jalan kaki.
“ah
jadi nama noona itu Hwang Rimi, oemma menceritakannya padaku” ujar Jungkook
ketika mereka asyik membahas mari-mengenal-Rimi.
Rimi
mengangguk tersipu.Taehyung tersenyum kecil melihatnya.
.
.
“HWANG RI MI !!!!!?’ bentak Taehyung marah karena melihat map rekam medis pasien itu robek dan beberapa diantaranya hilang.Rimi yang merasa dipanggil dengan teriakan itu segera berlari menghampiri sang dokter.
.
.
“HWANG RI MI !!!!!?’ bentak Taehyung marah karena melihat map rekam medis pasien itu robek dan beberapa diantaranya hilang.Rimi yang merasa dipanggil dengan teriakan itu segera berlari menghampiri sang dokter.
“ada
apa Kim sonsaengnim?” tanyanya takut.Ia baru kali ini mendengar suara Taehyung
sangat tinggi dan marah.
Taehyung
menyodorkan beberapa map rekam medis pasien yang rusak itu pada Rimi.Rimi
terkejut bukan main saat melihat beberapa kertas hasil pemeriksaan itu tampak
rusak dan jatuh ke lantai.
“lihatlah
perbuatanmu, apa benar kau yang bertugas kemarin sore menggantikan perawat Park
!!??” tanyanya masih membentak.
Rimi
merasa lututnya lemas mendengar namja yang disukainya itu tengah memarahinya.Ia
mengangguk pelan.
“jadi
katakan kenapa ini bisa rusak !?”
Taehyung
memarahi Rimi diruangannya.Jadi tak akan ada seorang pun yang berani masuk atau
menguping.
“maafkan
aku ssaem, tapi aku tidak melakukannya” ucap Rimi terbata.
“jangan
menangis !!, seorang perawat itu tidak boleh cengeng !” bentaknya sekali lagi,
Rimi
berusaha keras berpikir bagaimana bisa map-map yang sudah ia simpan di dalam
loker itu rusak.
“apa
Kim sonsaengnim sudah mengkonfirmasinya ke perawat Park?, karena kemarin sore
sebelum aku keluar dari rumah sakit, perawat Park memeriksanya” Taehyung
melepas kacamata bulatnya dan mendengus kesal.
“panggil
perawat Park kemari !” perintahnya pada Rimi.
Rimi
mengangguk dan bergegas memanggil perawat Park.Entah sejak kapan airmatanya
menetes.
.
.
“sudahlah Rimi-ya, bersabarlah, Kim sonsaengnim memang memiliki keunikan dalam dirinya.Disatu waktu ia akan terlihat sangat ramah dan lucu dimata kita, tapi jangan mengabaikan ketika ia marah, ia akan tak segan-segan membentak kita”hibur perawat Heesun.
.
.
“sudahlah Rimi-ya, bersabarlah, Kim sonsaengnim memang memiliki keunikan dalam dirinya.Disatu waktu ia akan terlihat sangat ramah dan lucu dimata kita, tapi jangan mengabaikan ketika ia marah, ia akan tak segan-segan membentak kita”hibur perawat Heesun.
Rimi
merosot dibalik meja panjang perawat itu dan menangis tersedu.
“Kim
sonsaeng memang kejam !” umpatnya kesal.
“Siapa
yang kau bilang kejam?!” sahut seseorang mengagetkan Rimi.Seperti kilat yang menyambar
tubuhnya, ia merasa mati lemas mendengar suara berat itu.
Perawat
Heesun meminta Rimi untuk segera berdiri dan meminta maaf.
Taehyung menatap serius wajah para perawat di depannya.Mata elang itu berhenti pada Rimi yang tampak menyeka kasar airmatanya.
Taehyung menatap serius wajah para perawat di depannya.Mata elang itu berhenti pada Rimi yang tampak menyeka kasar airmatanya.
“tsk,
kenapa kau membicarakan aku hm?” tanyanya penuh dengan nada sindiran.
“aku
minta maaf Kim sonsaengnim, aku tidak akan mengulanginya lagi” jawab Rimi
berusaha bernada tegas.
“selesaikan
rekam medis ini nanti malam, sebelum pagi, aku sudah melihatnya rapi di mejaku,
kau mengerti ?” ucapnya tegas,
Rimi mengangguk tertunduk, ia cukup memalukan dengan umpatannya tadi.
Rimi mengangguk tertunduk, ia cukup memalukan dengan umpatannya tadi.
“maafkan
aku ssaem” ulangnya saat sosok Taehyung melengang pergi.
“berhentilah
menangis Rimi-ya” ucap perawat Sung menepuk punggung Rimi.Ia juga mengatakan
perawat Park memang terkadang terlalu berlebihan pada anak-anak magang.Toh itu
semua juga akan menjadi pengalaman penting bagi seorang perawat sepreti Rimi.
.
.
Taehyung mengipasi dirinya sendiri yang entah mengapa sangat gerah saat menatap wajah menangis Rimi tadi.Ia tidak mungkin membiarkan hal fatal seperti merusak rekam medis terjadi.Mau tak mau ia harus memarahi dan memberi Rimi pelajaran.
.
.
Taehyung mengipasi dirinya sendiri yang entah mengapa sangat gerah saat menatap wajah menangis Rimi tadi.Ia tidak mungkin membiarkan hal fatal seperti merusak rekam medis terjadi.Mau tak mau ia harus memarahi dan memberi Rimi pelajaran.
“ah
apa aku tadi sangat kasar?” ia mulai berbicara sendiri lagi.
.
.
Waktu bertugas Rimi sudah berakhir setengah jam yang lalu.Ia menunggu Kim sonsaeng untuk mengerjakan rekam medis diruangannya.Sedangkan orang yang ia tunggu sedang berada di dalam ruang operasi.Taehyung sedang melakukan operasi pasien yang menderita penyakit tumor usus.
.
.
Waktu bertugas Rimi sudah berakhir setengah jam yang lalu.Ia menunggu Kim sonsaeng untuk mengerjakan rekam medis diruangannya.Sedangkan orang yang ia tunggu sedang berada di dalam ruang operasi.Taehyung sedang melakukan operasi pasien yang menderita penyakit tumor usus.
“ahh,
aku mengantuk sekali” Rimi menguap diruang tunggu yang letaknya berdekatan
dengan ruangan Taehyung.
Matanya
sudah mengantuk karena ia menunggu hingga semua perawat sudah berganti
shift.Rimi kurang akrab dengan perawat yang bertugas jaga malam.Jadi ia menunggu
Taehyung disitu.
“ah
mataku benar-benar” ia mengumpat sendiri.
Perlahan
ia menyandarkan kepalanya yang sudah berat itu dan tertidur pulas.
1
jam kemudian.
Taehyung
yang barusaja keluar dari ruang operasi berjalan ke lantai dua.Ia sedikit
bersenandung dengan suara merdunya sekedar memecah kesunyian di lorong rumah
sakit itu.Ia melihat jam tangannya dan bergegas menuju ruangan.
Taehyung
melihat seseorang meringkuk diatas kursi tunggu pasien.Ia perlahan mengamatinya
dari dekat.
“aish
kamjjakgiya !!, Hwang Rimi-ssi, kenapa kau tidur disini?” ucapnya kaget saat
menyadari orang yang meringkuk itu Rimi.
“ahh
ssaem, kenapa lama sekali?” Rimi yang masih sangat mengantuk itu meluruskan
kakinya yang kesemutan karena posisinya tidur meringkuk tadi.
“bangunlah”
pinta Taehyung yang sigap menangkap lengan Rimi ketika gadis itu terhuyung.
Deg
‘Detak
jantung apa ini ?’pikir Taehyung saat menyentuh lengan Rimi.
Tiba-tiba
ia merasa gugup.
Rimi
tak menyadari bahwa Taehyung tengah menatapnya lekat.Taehyung melepaskan
tangannya dari lengan Rimi sebelum gadis itu sadar.
“masuklah,
apa kau mau minum kopi?” tawarnya yang sedikit merasa bersalah karena membuat
Rimi menunggu hingga tertidur.
Taehyung
mengambilkan segelas kopi dan ia meminum cola.Dan mulai mengamati Rimi yang
mengerjakan laporan rekam medis pasien itu.
Sebenarnya
ia tak tega jika harus menyuruh perawat magang mengerjakan dokumen penting itu
selarut ini.Ia hanya terlanjur emosi dan tak dapat menarik kembali
kata-katanya.
Namja
bersurai -kali ini- cokelat muda itu sudah menguap.Namun kedua maniknya tetap
fokus melihat Rimi yang tak berhenti menulis dan menyalin semua kertas itu.
Ia
merasa buruk pada Rimi.
“Rimi-ya,
ah maksudku Rimi-ssi, apa kau lelah?, wajahmu sudah pucat, pulanglah dan
biarkan aku saja yang menyelesaikannya” Taehyung berusaha berkata selembut
mungkin.
Rimi
berpura-pura tak mendengarkan.Ia memusatkan pikirannya agar dokumen-dokumen
sialan itu cepat selesai dan ia dapat terbebas dari kemarahan Taehyung.
“Rimi-ssi,
apa kau mengabaikan aku?” nada Taehyung terdengar seperti sedang dicampakkan
kekasihnya.
Rimi
terkekeh kecil.Ia justru sangat tidak ingin pulang malam ini, ia bisa leluasa
menatap wajah imut dokter atasannya itu dengan bebas.Tidak ada perawat Park
atau perawat lainnya yang menganggu.
‘ah
seperti berada di surga’ batin Rimi bergejolak saat melihat Taehyung sudah
memejamkan kedua matanya.Ia tampak sangat lelah.
“wajah
ini seperti wajah malaikat” gumamnya sambil terus memandang Taehyung.
Dengan
bantal leher singa milik Taehyung itu, Rimi tersenyum bahagia melihatnya.Kali
ini ia dapat menyaksikan sendiri betapa imut sisi Taehyung yang satu ini.
Klik
Rimi
mengabadikan momen lucu ini di ponselnya.Foto Taehyung yang hanya memakai kaus
pendek abu-abunya dan tertidur dengan bantal leher melingkar berbentuk singa
lucu itu membuat Rimi benar-benar takjub.
“ah
perawat Heesun benar, Kim Sonsaeng memiliki sifat 4D, beruntung sekali aku
dapat melihat wajah imutnya saat tidur” Rimi menatap wajah cute Taehyung
berlama-lama.Ia sudah menyelesaikan semua laporan medis itu dan menopang
dagunya untuk memandangi sosok Kim Taehyung.
“ah
my 4D doctor” gumamnya tersenyum.
TBC
Komentar
Posting Komentar