Langsung ke konten utama

4D's Honeymoon pt.3



Author : Kaizza24
Cover : Kaizza24
Tittle : 4D’s Honeymoon
Main cast : Kim Taehyung, Hwang Rimi, Jeon Jungkook, Lee Hana
OC : Jimin, Hoseok
Genre : Romance/AU/Comedy/Marriage life
Rate : T to M
Length : chaptered
Disclaimer :
FF ini asli tercipta dari pikiran author.Tidak ada plagiat maupun copy-cat.Kim Taehyung sepenuhnya milik orangtua, neneknya dan PD-Nim/?.Author hanya meminjam karakter dan ketampanannya saja grin emotikon
Don’t be silent siders
RnR jusseyooo …


Kedua kaki jenjang itu melangkah cepat menyusuri koridor rumah sakit dan terhenti di meja resepsionis.Sosok dokter muda itu menanyakan laporan medis terkait pasiennya yang mengalami kritis.
Bulir-bulir keringat kecil itu sudah mulai muncul di pelipis dan lehernya.Kim Taehyung segera mensterilkan dirinya dan mengenakan jubah berwarna biru muda itu lalu masuk ke ruangan operasi.Dilihatnya beberapa dokter termasuk dokter Lee sudah siap untuk mendampingi operasi bedah jantung pada pasien tersebut.Ia masih berusaha mengatur nafasnya yang tersengal.

“Kim sonsaeng, tekanan darah pasien mulai turun dan operasinya harus segera dilaksanakan” ucap seorang dokter bernama Shin Ha Myung.
Taehyung memeriksa secara keseluruhan kondisi terakhir pasien lalu memberi instruksi pada dokter yang lebih muda darinya itu untuk mengambil alat bernama scalpel.Jemari ramping itu membuat guratan tepat di kulit dada pasien.
Selama kurang lebih 5 jam tangan Kim Taehyung sibuk untuk mengoperasi jantung milik pasiennya.Rambut cokelatnya sudah basah karena keringat yang terus bermunculan seiring bertambahnya fokus matanya pada alat modern yang dilengkapi dengan kamera kecil untuk memantau organ dalam.Walaupun ia merasa sangat lelah, namun keselamatan pasien adalah yang utama.Beberapa menit setelah operasi besar itu berhasil, Taehyung dibantu oleh seorang perawat melepaskan sarung tangan sterilnya dan juga masker.Dokter Lee memberikan pujiannya atas kecekatan Taehyung.Dalam operasi lain, di rumah sakit itu hanya ada sua orang yang sanggup melakukan teknik brilian untuk mengoperasi kelainan jantung.Dokter Lee Hyun Mi dan tentu saja Kim Taehyung.
Mereka semua keluar dari ruang operasi dengan perasaan lega dan senang karena sekali lagi satu nyawa bisa diselamatkan.
“kerja bagus Kim sonsaengnim, anda sangat hebat” salah seorang dokter yang masih magang itu memberikan dua jempolnya sebagai apresiasi untuk Taehyung.
Puk
Dokter Shin menepuk pelan pundak Taehyung.Ia merasa bangga pada rekan kerjanya itu.
“kau generasi dokter Lee Hyun Mi yang kedua” pujian lainnya datang dari perawat Park.
Pria muda itu menggeleng pelan dan mengatakan mereka bisa dikatakan berhasil jika pasien sudah sembuh total.Untuk sementara waktu, mereka masih harus mengawasi perkembangan kemampuan jantung pasien.
“animida, kita masih harus memeriksa secara ketat kondisi tuan Hong Do San.Jangan sampai lengah, terima kasih kerja samanya”
Lalu ia melangkah ke ruang kerjanya di lantai 2.Kim Taehyung menjatuhkan dirinya di kursi empuk miliknya sambil menyeruput secangkir caramel frappe.Ia bisa merasa sedikit rileks dengan menghirup aroma khas minuman panas itu.
“aku akan kembali ke Jeju besok pagi.Kebetulan aku kehabisan tiket kereta terakhir untuk keberangkatan malam ini, tidak apa kan sayang?”
Benda pipih itu menempel di telinga kirinya.Seulas senyum teduh itu terukir di wajah lelah Taehyung.Ia barusaja menelepon istrinya yang masih di pulau Jeju bersama ibu, adiknya dan Jimin.Ia berpesan agar Jimin dan Jungkook menjaga kedua wanita yang paling ia cintai.
Taehyung yang sekarang mulai pandai mengomel hanya untuk mengingatkan menutup jendela jika sudah diatas jam 8 malam.
Tok tok tok
Pintu berkaca itu terbuka pelan.Seseorang memasuki ruang kerja Taehyung.
Manik elang itu menatap sosok dokter spesialis anak itu penuh tanya.Ada hal penting apa yang membuatnya kemari.
“Kim sonsaengnim” panggilnya pelan.
Dokter Lee masih belum membiasakan dirinya bersikap tenang.Wanita muda itu belum sanggup melupakan perasaan di hatinya untuk Taehyung.
“duduklah, ada yang bisa kubantu?”
Taehyung menyilakannya untuk duduk dan meminum kopi.
Dokter Lee memandang wajah tampan itu beberapa detik.Mungkin masih sangat jelas jika sosok di depannya pernah dekat dengan dirinya di masa lalu.Masa lalu yang mustahil untuk dilanjutkan.
Ia menunduk malu.
Dokter Lee benar-benar menyesal atas apa yang sudah dilakukannya pada Taehyung.
“Oppa, aku ingin meminta maaf” Taehyung mendengar isakan kecil.
“kenapa kau menangis dokter Lee?”
Wanita itu menggeleng cepat.Ia ingin sekali mengusir rasa sukanya pada Kim Taehyung secepat mungkin.Ia tak boleh lagi mengharapkan seseorang yang sudah menikah.Kenyataan itu adalah pukulan berat bagi dokter Lee.
“maafkan aku Taehyung oppa, aku sudah pernah berbuat melewati batas padamu, pada Rimi… Hatiku sangat sakit saat mengetahui kau mencintai gadis lain.Aku merasa terbuang dan tidak berharga ketika dirimu bersanding di altar pernikahan.”
Tes
Airmata itu menetes.
“Hana-ssi, sudahlah jangan membahasnya lagi, aku lelah” ucap Taehyung pelan.Ia tak bisa berbuat apa-apa melihat wanita ini benar-benar tulus meminta maaf.
“aku sudah memaafkanmu, jadi buanglah perasaan buruk itu jauh-jauh” pintanya lembut.
Dokter Lee masih saja menangisi kesalahannya.Ia bahkan terisak seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
“hmm aku ingin menanyakan sesuatu padamu”
Dokter Lee menyeka airmatanya dan mengangguk.
“tentang apa?”
Taehyung sebenarnya tidak yakin jika perasaan adiknya terhadap dokter Lee itu sebuah kesungguhan.Namun entah mengapa hal itu mengusik pikirannya sejak beberapa hari lalu.
“tentang Jungkook, apa dia benar-benar membantu di rumah sakit?, maksudku untuk acara amal kemarin lusa?”
Sebuah perasaaan hangat menyeruak di dada dokter Lee saat nama Jungkook disebutkan.Karena ia sudah meminta maaf pada Taehyung, sebuah penyesalan yang dalam.Hatinya merasa lapang dan beban berat itu sudah memudar.
“Jungkook-ie, dia sangat bersemangat menghibur mereka.Anak-anak juga menyukai cara adikmu bernyanyi”
Taehyung tersenyum.
“syukurlah kalau begitu”
Dokter Lee masih belum dapat menafsirkan perasaan yang muncul dalam dirinya ketika Taehyung mengucapkan nama Jungkook.Ia tak mau tergesa dan membuat kesalahan untuk kedua kalinya.
“dia anak yang sangat baik, cekatan dan pandai melucu” imbuhnya sembari mengeringkan sudut matanya dari butiran bening itu.
Taehyung bernafas lega sekarang.Ia tahu dokter Lee bukanlah orang yang jahat, ia hanya sedang dalam nasib yang kurang baik dan menyebabkannya bersikap demikian.Toh itu adalah masa lalu.
Petikan pengalaman pahit itu membuatnya lebih kuat.
“terima kasih Kim sonsaengnim, aku titip salam untuk Jungkook, kalau dia minggu depan tidak sibuk aku ingin dia membantu lagi”
Senyuman yang lama hilang itu muncul kembali di wajah dokter Lee.
“baiklah, kedengarannya itu bagus”
.
.
“noona, kenapa kau melamun?” sapa Jungkook pada Rimi yang termangu di salah satu kursi panjang.Mereka saat ini berada di teras penginapan.
Udara sore hari yang segar.
“tidak apa-apa Kook, hanya sedikit khawatir” jawabnya pelan.
Tak dapat ia pungkiri bahwa suaminya mendadak harus pergi ke Seoul untuk mengoperasi seorang pasiennya yang kritis membuatnya gusar.Ia mengerti tugas seorang dokter memang membantu seseorang untuk melewati masa kritisnya.Namun Rimi masih sedikit terusik jika suaminya bertemu dengan sosok dokter Lee.Perasaannya masih sama ketika ia melihat dokter anak itu berusaha mengejar Taehyung.
Hening.
Jungkook menatap kakak iparnya dengan pandangan lesu.Rasanya memang aneh jika Taehyung tidak bersama mereka.
“hmm hyung bilang besok kemari kan noona?, tenanglah dia pasti kembali kok” entah mengapa ucapan Jungkook terdengar lucu.
Rimi tertawa kecil.
“kau ini, kudengar kau membantu dokter Lee di rumah sakit, apa itu benar?”
Namja manis itu mengangguk sambil tersenyum lebar.
“aah itu, Hana noona memintaku ikut menghibur anak-anak penderita kanker, dan aku bernyanyi untuk mereka”
Rimi mengangguk paham, namun detik berikutnya ia mengernyitkan dahi.Ada sesuatu yang aneh.
“Hana noona?, apa kalian sudah sedekat itu?”
Jungkook tersipu malu, ia memang lebih nyaman memanggil dokter Lee seperti itu daripada menggunakan panggilan formal.
Jungkook kurang setuju.
Ingatan dimana Taehyung selalu menyuruhnya untuk memanggil secara informal itu berputar di kepala Rimi.Mungkin memang tidak nyaman jika seseorang yang kau sukai terlalu menghormati profesimu.
“dia yang memintaku memanggilnya noona, dan aku setuju”
“sepertinya kalian cukup akrab” gumamnya gemas.
Jungkook tersipu lagi, kini rona kemerahan itu muncul di kedua pipinya.
“ah noona,hmm apakah dia orang yangbaik?, noona bekerja di rumah sakit yang sama, pasti noona tahu bagaimana kepribadiannya” pertanyaan polos Jungkook membuatnya tersentak.Bagaimana mungkin ia tak mengetahui kepribadian sosok dokter Lee?, banyak hal yang sudah terjadi begitu rumit.
“kenapa noona diam?”
Rimi membuyarkan lamunanya.Ia melihat wajah polos adiknya.Binar manik gelap itu seolah berbicara bahwa dirinya sedang menyukai seseorang yang mereka bicarakan.
“dokter Lee orang yang total dalam pekerjaannya, dia juga menyukai anak-anak, semua pasiennya sangat senang ketika dokter Lee memasuki ruang perawatan.Dia orang yang cerdas” tutur kata itu sebenarnya memang sesuai kenyataan.Namun tetap saja rasanya aneh jika kau mengucapkan pujian untuk orang yang sudah pernah membuatmu terluka.
Rimi mengesampingkan egonya.Ia tak mau jika Jungkook harus berprasangka buruk pada seseorang.
“ah begitu rupanya, ahh kenapa aku jadi senang sekali ya?” gumam Jungkook sambil menatap langit senja yang indah.Matahari yang terbenam di laut memang pemandangan yang romantis.
.
.
Keesokan harinya,
“uah dingin sekali” gumam sosok tampan itu melangkah kedalam pagar penginapannya.Ia sudah sampai di Jeju 30 menit yang lalu.Dan ini masih jam enam pagi.
Awalnya Kim Taehyung tak dapat tidur tenang di rumah sakit dan akhirnya memutuskan untuk naik taksi.Walaupun mahal, tapi rasa rindunya pada sang istri membuatnya ingin cepat pulang.
Masa bulan madunya yang sempat terusik itu, seharusnya harus ada penggantinya.
Langkahnya berhenti di depan pintu kamarnya.Ia menempelkan benda bernama ponsel itu ke telinga.
“sayang, keluarlah, aku didepan” bisiknya pelan.
Senyum menawan itu tampak begitu sempurna di wajah seorang Kim Taehyung.Ia merapatkan jaketnya dan memasukkan kedua tangannya dalam saku.
Beberapa menit kemudian ia mendengar pintu depan terbuka.Ssosok cantik itu keluar sambil mengenakan jaket bulunya.Udara pagi di Jeju benar-benar fantastis.
“kenapa kau tidak masuk saja kedalam, kenapa berdiri diluar?, udaranya sangat dingin” ucapnya khawatir karena suaminya itu baru saja sembuh dari flu 2 hari yang lalu.
Taehyung memeluk tubuh istrinya dan mengecup keningnya.Bibir itu sedikit kering karena udara dingin yang menerpa.
“bibirmu sedikit kering” gumam Rimi sambil menyentuhnya pelan.
Taehyung tersenyum lagi.
“kalau begitu, beritahu aku bagaimana cara untuk membuatnya basah? Hm?” telinga Rimi memerah karena gugup.
Dikecupnya singkat bibir milik suaminya.
“bukan begitu sayang, tapi begini”Taehyung menarik dagu Rimi dan menciumnya dengan sedikit lumatan.Dan kini, bibir keduanya sama-sama terbasahi oleh saliva mereka.
Taehyung membisikkan sesuatu pada Rimi.
“begitukah?, kalau begitu aku akan bersiap dulu”
“tidak usah, ayo kita kesana”
Jemari Taehyung menggenggam erat tangan Rimi kemudian mereka pergi naik taksi menuju suatu tempat.
“Kim Taehyung, kau memang licik, ahaha, mereka romantis sekali” ucap Jimin yang dari tadi sudah mengamati gerak gerik Taehyung dan Rimi.
“Jungkook-ah, ayo cepat kita olahraga”
Walaupun jari kakinya masih sedikit sakit, tapi ia bersemangat mengikuti Jimin untuk olahraga di dekat pantai.
“ne hyuung, tunggu akuu” teriaknya sambil membetulkan tali sepatunya.
.
.
Pasangan pengantin baru itu akhirnya sampai disebuah hotel.Taehyung sudah memesan sebuah kamar dan ingin menghabiskan akhir pekan bersama istrinya.Hanya mereka berdua.
Taehyung tidak mau kegiatan privatnya membuat orang-orang yang tengah bersamanya menjadi canggung.Contohnya, di penginapan ada Jungkook yang entah mengapa membuatnya khawatir jika sang adik mengintip.Ia juga membutuhkan waktu lebih banyak untuk dihabiskan berdua sebelum ia bergelut dengan pekerjaannya di rumah sakit Senin depan.
“akhirnya kita memiliki waktu bersama” ucap Taehyung meletakkan tas nya di ranjang berukuran king size itu.
“apa kau ingin sarapan dulu?” tawarnya pada Rimi.
Rimi menggeleng.Ia tidak merasakan lapar sama sekali jika di dekat Taehyung.
“jangan begitu, kita pesan sesuatu yang enak, kemarin aku hanya minum kopi dan kentang.” Ia mengusap perutnya yang lapar.
30 menit kemudian, seorang petugas delivery mengetuk pintu kamar mereka.
Rimi sudah tertidur sambil memeluk bantal.Kelihatannya semalam ia tak bisa memejamkan mata karena tidak ada Taehyung disampingnya.Dan sekarang ia mengaku sangat mengantuk.
“aigoo, dia tidur cepat sekali” gumamnya lucu lalu menyelimuti istrinya dengan selimut besar.
Chup~
Bibir Taehyung mengecup singkat kening Rimi.Kemudian ia memutuskan untuk melahap makanan yang sudah ia pesan.Tampak ada nasi goreng dengan keju dan ayam madu serta buah apel merah yang ranum terhidang di meja.
Sekilas ia melirik Rimi yang terlelap.
Rambut panjangnya menjuntai hingga hampir menyentuh lantai.Taehyung berdiri lalu membetulkannya.
Ditatapnya wajah istrinya dalam-dalam.Jemarinya mengusap pelan pipi Rimi.
“sayang, makanlah dulu” bisiknya lembut.
Rimi menggeliat pelan dan agak terkejut karena melihat beberapa hidangan di meja.Lantas ia tersenyum.
“ahh aku ketiduran ya?” gumamnya kemudian mengikat rambut panjangnya keatas.
“buka mulutmu” pinta Taehyung menyuapkan potongan daging ayam madu untuk Rimi.
Drrrt drrrrt drrrrt
Mereka berdua kompak menoleh pada ponsel Taehyung yang tergeletak di nakas.Taehyung menautkan alisnya.
From.Jungkook-ie
Hyung, kau dimana?
Detik berikutnya Taehyung terkekeh sambil menelepon adiknya.Mungkin ada baiknya ia memberi kabar, sehingga ibunya tidak khawatir.
“eoh ada apa Jungkook-ah?”
“hyung, aku harus pulang ke Seoul sekarang, tadi aku mendapat kabar kalau salah seorang teman sekolahku, Jong Suk-ie mengalami kecelakaan dan sekarang dia masih dirawat di rumah sakit”
“mwo, lalu kau pulang ke Seoul sekarang?” sahut Taehyung.Jungkook memang mudah sekali panik.
“ya sudah, lalu bagaimana Jimin dan Ibu?” lanjutnya.
“ahh eomma juga sudah ingin pulang karena bibi Jung mengundangnya ke acara pembukaan restorannya besok, dan Jimin hyung juga pulang bersamaku”
Taehyung menghela nafas berat.
.
.
Samsung Medical Center--- namja bernama Jungkook itu cepat-cepat melangkah ke aula rumah sakit untuk membantu dokter Lee dalam acara memperingati hari anak.Semua pasien dokter Lee sudah berkumpul walaupun mereka harus duduk di kursi roda.Tapi raut wajah mereka tampak senang ketika Jungkook memasuki aula.
“Jungkook-oppa, lihat Jungkook oppa sudah datang” teriak salah satu gadis berusia 9 tahun itu riang.
Jungkook mendekati gadis kecil itu dan bertanya apakah mereka sudah meminum obatnya hari ini.
“oppa, kenapa oppa selalu datang menghibur kita?, apa oppa tidak sekolah?” Jungkook benar-benar gemas dan mencubit pelan hidung si gadis kecil itu.
“oppa masih libur panjang Sujin-ah, oppa menghibur kalian karena oppa sangat menyayangi kalian semua” ucapnya ramah.
Seseorang menatapnya dari kejauhan.
‘Jungkook-ie benar-benar anak yang sangat baik’ batin dokter Lee tersenyum.
Acara itu berjalan selama 2 jam lamanya dan berakhir ketika Jungkook menyanyikan lagu anak-anak bersama sambil melepaskan balon berwarna-warni.
Namja itu sedikit lelah dan bermaksud mampir keruangan kakaknya untuk mengambil jaket dan tasnya.
Jungkook malu jika ia harus menitipkan barangnya pada dokter Lee.
Tap
Jungkook membuka pintu berkaca itu perlahan.Ia duduk nyaman di salah satu kursi empuk.Selama beberapa menit ia melamunkan pertanyaan dari anak-anak pasien dokter Lee.
“ahh mereka membuatku betah berlama-lama di rumah sakit” gumamnya lirih.
Sempat tersirat dalam benaknya bayangan jika ia menjadi seorang dokter seperti Taehyung.
“mungkin aku akan lebih tampan dari hyung, kekeke”
Dag
“aahh appo” ringisnya saat tak sengaja sikunya menabrak laci milik
Taehyung.Laci itu memang tidak dikunci karena tidak menyimpan berkas penting.Hanya beberapa barang yang biasa Taehyung pakai, seperti masker dan bantal leher singanya.Manik Jungkook tertarik untuk melihat sesuatu di dalam kotak berpita biru itu.
“kenapa ada hadiah disini?” tanyanya heran.Diambilnya kotak seukuran jam tangan itu lalu dibukanya.Sebuah surat terlipat rapi didalamnya.
Sret
For Taehyung-ie oppa
Selamat ulang tahun.
Sudah lama kita tidak makan malam bersama.Apa sebaiknya kita membuat janji dan memakan samgyeopsal di kedai milik Lim ahjumma?
Aha, sejujurnya aku ingin memberitahu satu hal padamu oppa.
Aku membatalkan pertunanganku dengan Jung Minhwan karena kupikir kita tidak saling menyukai.Ketika aku bersamanya bayangan dirimu akan selalu hadir.
Oppa, apa yang harus kulakukan?
From Yours
Lee Hana
Deg
Jantung Jungkook mencelos hebat.Kertas kecil itu bergetar karena ia sedang terkejut.Kenyataan macam apa ini?
Sekali lagi ia membaca isi surat yang ditulis tangan oleh dokter Lee.
Ia bertanya-tanya mengapa hadiah ini masih Taehyung simpan dan kelihatannya memang belum pernah dibuka.
“jadi selama ini dia menyukai hyung?, lalu, aaahh aku bingung” ia menjambak rambutnya sendiri karena frustasi.
Jungkook tertegun.Hatinya sangat terkejut karena kalimat-kalimat itu terasa sungguh-sungguh.Entah mengapa matanya menjadi berair dan siap menumpahkan butiran bening itu.
“hyung, kenapa kau diam saja?, kenapa kau melakukan ini?, aku tak tahu harus bagaimana”
Namja manis itu memukul kursi di sampingnya dengan perasaan kesal.Rasanya sangat sakit membaca tulisan tangan dokter Lee yang ditujukan pada kakaknya.Seolah ia sedang dikhianati.
.
.
“hyung, aku ingin bicara” ucapnya datar.
Taehyung dan Rimi memang sudah pulang dari Jeju dan sekarang mereka berada di apartemen Taehyung.
Taehyung mengajak Jungkook untuk berbicara di balkon saja.
“hyung, aku mau bertanya satu hal penting”
Alis Taehyung bertaut.
“apa itu?, kenapa kau sangat serius?”
Jungkook masih memendam rasa kesalnya.Ia tak tahu harus marah pada siapa, yang jelas hatinya terluka karena orang yang disukai dokter Lee adalah kakaknya sendiri.
“sebenarnya apa ini??” Jungkook memperlihatkan kotak berpita biru itu didepan wajah kakaknya.
Taehyung terkejut bukan main dan ia memang melupakan hadiah dari dokter Lee beberapa bulan yang lalu.Ia juga baru mengingat jika belum sempat membukanya.Perasaannya mendadak tidak enak.
“dimana kau menemukan itu?” tanyanya heran,
Jungkook terlihat tak suka dan menyerahkan hadiah berupa jam tangan mewah itu pada Taehyung.
Greb
“Jungkook-ah, katakan apa maksudmu?”
Namja yang lebih tinggi darinya itu memandang lurus kedepan.
“hyung, dokter Lee menyukaimu kan?, dalam surat itu ia bahkan membatalkan pertunangannya karena kau”
Jungkook sudah mau menangis.Kenyataan jika dirinya menyukai sosok cantik itu membuatnya benci dengan fakta yang tidak ia ketahui.
“kenapa aku tidak tahu hyung?, aku barusaja bisa menyukai seseorang, tapi kenapa dia menyukaimu huh?” suara Jungkook berubah serak.
Taehyung memegang pundak adiknya.
“Jungkook-ah, dengarkan hyung, aku dan dia tidak pernah menjalin hubungan apa pun selain rekan kerja, dia tahu aku mencintai Rimi dan kita sama-sama tahu itu.Jadi hadiah dan surat itu memang ditujukan padaku, tapi aku tidak pernah membukanya.Kau tahu kenapa?, karena aku sangat menghargai Rimi sebagai pasanganku, aku berniat membuangnya tapi selalu tidak sempat”
Jungkook menatap wajah Taehyung dengan rasa serba salah.
“hyung, kenapa kau tidak membuangnya saat itu juga, kenapa aku harus tahu kalau dia menyukaimu?, mungkin saja sampai sekarang dia masih menyimpan perasaaannya padamu, aku bahkan belum menyatakan perasaaanku padanya”
Tes
Rimi menjatuhkan airamatanya.
Semua percakapan antara suaminya dan Jungkook terekam jelas dalam kepalanya.
Sakit.
Ia juga baru mengetahui soal hadiah dan surat dari dokter Lee.Ia tak pernah menyangka Taehyung masih menyimpannya.
Rimi menjauh dan memutuskan pergi ke kamarnya.Ia tak kuasa menahan airmatanya.
.
.
TBC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My 4D Doctor pt.1

Main cast    : Kim Taehyung a.k.a V dan Hwang Rimi OC             : BTS member Genre          : Romance/AU/Slight comedy Rate            : T to M Length         : Chaptered Disclaimer   : Saya bukan penulis profesional, jadi mohon maaf apabila ada istilah-istilah yang keliru dalam fanfict ini.Kim Taehyung sepenuhnya milik ibu dan ayahnya/?, saya disini meminjam karakternya saja.Jalan cerita ini bersih dari kata plagiat dsb karena imajinasi datang dari mimpi/? author sendiri. Don’t be silent reader, RnR jusseyoo ! . .    Prologue 10 Tahun Silam “Taehyung-ah !... Taetae-ya !.... cepat kemari, tangan Jimin terluka ! dia berdarah !!” teriak seorang remaja laki-laki 12 tahun di depan sebuah jendela besar kamar milik Taehyung. Anak itu berteriak ketakutan s...

When BTS Member Sick pt.2 Jeon Jungkook

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities. So, get into the feel guys ! GENRE      :AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) . . Chapter 2.Jeon Jungkook “ maknae , tolong ambilkan air minum dilantai bawah” teriak manajer hyung. Kali ini mereka sedang berkumpul diruang latihan.Semuanya tampak kelelahan dan mandi keringat.Jungkook bergegas menuruni anak tangga dan mengambil botol air mineral permintaaan manajer hyung. “ah berat juga ternyata” gumamnya sambil mengangkat kardus air mineral itu kedalam lift .Jungkook terlalu lelah untuk menaiki tangga dengan membawa beban.

When BTS Member Sick pt.3 Min Yoongi (SUGA)

When BTS member sick…. !!!, aye this is so bad, but don’t worry because all of them are just my plots to BTS daily activities.So, get into the feel guys ! GENRE      : AU/FAMILY/COMEDY/BROTHERSHIP RATE          : T LENGTH    : Chaptered (One member for every chapter) Chapter 3.Min Yoongi (Suga) Suga - namja bermata sipit itu melamun menatap keluar jendela kamarnya.Pagi itu cuaca sedang tidak bagus dan mendung.Suga sudah berjanji akan mengajak V membeli beberapa peralatan sekolah Jungkook.Sedangkan si maknae , ia memiliki jadwal pemotretan bersama member yang tersisa. “ah kenapa cuacanya begini?” gumamnya kecewa.Pasalnya, V dan dirinya sudah diminta oleh Jungkook membelikan sepatu, tas dan beberapa peralatan sekolah lainnya karena ia akan mendaftar sekolah dua hari lagi.Dan Suga sudah menyatakan berjanji untuk hal itu.