Author
: Kaizza24
Cover : Kaizza24
Tittle : 4D’s Honeymoon
Main cast : Kim Taehyung, Hwang Rimi, Jeon Jungkook, Lee Hana
OC : Jimin, Hoseok
Genre : Romance/AU/Comedy/Marriage life
Rate : T to M
Length : chaptered
Cover : Kaizza24
Tittle : 4D’s Honeymoon
Main cast : Kim Taehyung, Hwang Rimi, Jeon Jungkook, Lee Hana
OC : Jimin, Hoseok
Genre : Romance/AU/Comedy/Marriage life
Rate : T to M
Length : chaptered
Disclaimer
:
FF ini asli tercipta dari pikiran author.Tidak ada plagiat maupun copy-cat.Kim Taehyung sepenuhnya milik orangtua, neneknya dan PD-Nim/?.Author hanya meminjam karakter dan ketampanannya saja grin emotikon
Don’t be silent siders
RnR jusseyooo …
FF ini asli tercipta dari pikiran author.Tidak ada plagiat maupun copy-cat.Kim Taehyung sepenuhnya milik orangtua, neneknya dan PD-Nim/?.Author hanya meminjam karakter dan ketampanannya saja grin emotikon
Don’t be silent siders
RnR jusseyooo …
Kedua
kaki jenjang itu melangkah cepat menyusuri koridor rumah sakit dan terhenti di
meja resepsionis.Sosok dokter muda itu menanyakan laporan medis terkait
pasiennya yang mengalami kritis.
Bulir-bulir
keringat kecil itu sudah mulai muncul di pelipis dan lehernya.Kim Taehyung
segera mensterilkan dirinya dan mengenakan jubah berwarna biru muda itu lalu
masuk ke ruangan operasi.Dilihatnya beberapa dokter termasuk dokter Lee sudah
siap untuk mendampingi operasi bedah jantung pada pasien tersebut.Ia masih
berusaha mengatur nafasnya yang tersengal.
“Kim
sonsaeng, tekanan darah pasien mulai turun dan operasinya harus segera
dilaksanakan” ucap seorang dokter bernama Shin Ha Myung.
Taehyung
memeriksa secara keseluruhan kondisi terakhir pasien lalu memberi instruksi
pada dokter yang lebih muda darinya itu untuk mengambil alat bernama
scalpel.Jemari ramping itu membuat guratan tepat di kulit dada pasien.
Selama
kurang lebih 5 jam tangan Kim Taehyung sibuk untuk mengoperasi jantung milik
pasiennya.Rambut cokelatnya sudah basah karena keringat yang terus bermunculan
seiring bertambahnya fokus matanya pada alat modern yang dilengkapi dengan
kamera kecil untuk memantau organ dalam.Walaupun ia merasa sangat lelah, namun
keselamatan pasien adalah yang utama.Beberapa menit setelah operasi besar itu
berhasil, Taehyung dibantu oleh seorang perawat melepaskan sarung tangan
sterilnya dan juga masker.Dokter Lee memberikan pujiannya atas kecekatan
Taehyung.Dalam operasi lain, di rumah sakit itu hanya ada sua orang yang
sanggup melakukan teknik brilian untuk mengoperasi kelainan jantung.Dokter Lee
Hyun Mi dan tentu saja Kim Taehyung.
Mereka
semua keluar dari ruang operasi dengan perasaan lega dan senang karena sekali
lagi satu nyawa bisa diselamatkan.
“kerja
bagus Kim sonsaengnim, anda sangat hebat” salah seorang dokter yang masih
magang itu memberikan dua jempolnya sebagai apresiasi untuk Taehyung.
Puk
Dokter
Shin menepuk pelan pundak Taehyung.Ia merasa bangga pada rekan kerjanya itu.
“kau
generasi dokter Lee Hyun Mi yang kedua” pujian lainnya datang dari perawat
Park.
Pria
muda itu menggeleng pelan dan mengatakan mereka bisa dikatakan berhasil jika
pasien sudah sembuh total.Untuk sementara waktu, mereka masih harus mengawasi
perkembangan kemampuan jantung pasien.
“animida,
kita masih harus memeriksa secara ketat kondisi tuan Hong Do San.Jangan sampai
lengah, terima kasih kerja samanya”
Lalu ia melangkah ke ruang kerjanya di lantai 2.Kim Taehyung menjatuhkan dirinya di kursi empuk miliknya sambil menyeruput secangkir caramel frappe.Ia bisa merasa sedikit rileks dengan menghirup aroma khas minuman panas itu.
Lalu ia melangkah ke ruang kerjanya di lantai 2.Kim Taehyung menjatuhkan dirinya di kursi empuk miliknya sambil menyeruput secangkir caramel frappe.Ia bisa merasa sedikit rileks dengan menghirup aroma khas minuman panas itu.
“aku
akan kembali ke Jeju besok pagi.Kebetulan aku kehabisan tiket kereta terakhir
untuk keberangkatan malam ini, tidak apa kan sayang?”
Benda pipih itu menempel di telinga kirinya.Seulas senyum teduh itu terukir di wajah lelah Taehyung.Ia barusaja menelepon istrinya yang masih di pulau Jeju bersama ibu, adiknya dan Jimin.Ia berpesan agar Jimin dan Jungkook menjaga kedua wanita yang paling ia cintai.
Benda pipih itu menempel di telinga kirinya.Seulas senyum teduh itu terukir di wajah lelah Taehyung.Ia barusaja menelepon istrinya yang masih di pulau Jeju bersama ibu, adiknya dan Jimin.Ia berpesan agar Jimin dan Jungkook menjaga kedua wanita yang paling ia cintai.
Taehyung
yang sekarang mulai pandai mengomel hanya untuk mengingatkan menutup jendela
jika sudah diatas jam 8 malam.
Tok
tok tok
Pintu
berkaca itu terbuka pelan.Seseorang memasuki ruang kerja Taehyung.
Manik
elang itu menatap sosok dokter spesialis anak itu penuh tanya.Ada hal penting
apa yang membuatnya kemari.
“Kim
sonsaengnim” panggilnya pelan.
Dokter
Lee masih belum membiasakan dirinya bersikap tenang.Wanita muda itu belum
sanggup melupakan perasaan di hatinya untuk Taehyung.
“duduklah,
ada yang bisa kubantu?”
Taehyung
menyilakannya untuk duduk dan meminum kopi.
Dokter
Lee memandang wajah tampan itu beberapa detik.Mungkin masih sangat jelas jika
sosok di depannya pernah dekat dengan dirinya di masa lalu.Masa lalu yang
mustahil untuk dilanjutkan.
Ia
menunduk malu.
Dokter
Lee benar-benar menyesal atas apa yang sudah dilakukannya pada Taehyung.
“Oppa,
aku ingin meminta maaf” Taehyung mendengar isakan kecil.
“kenapa
kau menangis dokter Lee?”
Wanita
itu menggeleng cepat.Ia ingin sekali mengusir rasa sukanya pada Kim Taehyung
secepat mungkin.Ia tak boleh lagi mengharapkan seseorang yang sudah
menikah.Kenyataan itu adalah pukulan berat bagi dokter Lee.
“maafkan
aku Taehyung oppa, aku sudah pernah berbuat melewati batas padamu, pada Rimi…
Hatiku sangat sakit saat mengetahui kau mencintai gadis lain.Aku merasa
terbuang dan tidak berharga ketika dirimu bersanding di altar pernikahan.”
Tes
Airmata
itu menetes.
“Hana-ssi,
sudahlah jangan membahasnya lagi, aku lelah” ucap Taehyung pelan.Ia tak bisa
berbuat apa-apa melihat wanita ini benar-benar tulus meminta maaf.
“aku
sudah memaafkanmu, jadi buanglah perasaan buruk itu jauh-jauh” pintanya lembut.
Dokter
Lee masih saja menangisi kesalahannya.Ia bahkan terisak seperti kehilangan
sesuatu yang sangat berharga.
“hmm
aku ingin menanyakan sesuatu padamu”
Dokter
Lee menyeka airmatanya dan mengangguk.
“tentang
apa?”
Taehyung
sebenarnya tidak yakin jika perasaan adiknya terhadap dokter Lee itu sebuah
kesungguhan.Namun entah mengapa hal itu mengusik pikirannya sejak beberapa hari
lalu.
“tentang
Jungkook, apa dia benar-benar membantu di rumah sakit?, maksudku untuk acara
amal kemarin lusa?”
Sebuah
perasaaan hangat menyeruak di dada dokter Lee saat nama Jungkook
disebutkan.Karena ia sudah meminta maaf pada Taehyung, sebuah penyesalan yang
dalam.Hatinya merasa lapang dan beban berat itu sudah memudar.
“Jungkook-ie,
dia sangat bersemangat menghibur mereka.Anak-anak juga menyukai cara adikmu
bernyanyi”
Taehyung tersenyum.
Taehyung tersenyum.
“syukurlah
kalau begitu”
Dokter
Lee masih belum dapat menafsirkan perasaan yang muncul dalam dirinya ketika
Taehyung mengucapkan nama Jungkook.Ia tak mau tergesa dan membuat kesalahan
untuk kedua kalinya.
“dia
anak yang sangat baik, cekatan dan pandai melucu” imbuhnya sembari mengeringkan
sudut matanya dari butiran bening itu.
Taehyung
bernafas lega sekarang.Ia tahu dokter Lee bukanlah orang yang jahat, ia hanya
sedang dalam nasib yang kurang baik dan menyebabkannya bersikap demikian.Toh
itu adalah masa lalu.
Petikan pengalaman pahit itu membuatnya lebih kuat.
Petikan pengalaman pahit itu membuatnya lebih kuat.
“terima
kasih Kim sonsaengnim, aku titip salam untuk Jungkook, kalau dia minggu depan
tidak sibuk aku ingin dia membantu lagi”
Senyuman
yang lama hilang itu muncul kembali di wajah dokter Lee.
“baiklah,
kedengarannya itu bagus”
.
.
“noona, kenapa kau melamun?” sapa Jungkook pada Rimi yang termangu di salah satu kursi panjang.Mereka saat ini berada di teras penginapan.
.
.
“noona, kenapa kau melamun?” sapa Jungkook pada Rimi yang termangu di salah satu kursi panjang.Mereka saat ini berada di teras penginapan.
Udara
sore hari yang segar.
“tidak
apa-apa Kook, hanya sedikit khawatir” jawabnya pelan.
Tak
dapat ia pungkiri bahwa suaminya mendadak harus pergi ke Seoul untuk
mengoperasi seorang pasiennya yang kritis membuatnya gusar.Ia mengerti tugas
seorang dokter memang membantu seseorang untuk melewati masa kritisnya.Namun
Rimi masih sedikit terusik jika suaminya bertemu dengan sosok dokter
Lee.Perasaannya masih sama ketika ia melihat dokter anak itu berusaha mengejar
Taehyung.
Hening.
Jungkook
menatap kakak iparnya dengan pandangan lesu.Rasanya memang aneh jika Taehyung
tidak bersama mereka.
“hmm
hyung bilang besok kemari kan noona?, tenanglah dia pasti kembali kok” entah
mengapa ucapan Jungkook terdengar lucu.
Rimi tertawa kecil.
Rimi tertawa kecil.
“kau
ini, kudengar kau membantu dokter Lee di rumah sakit, apa itu benar?”
Namja
manis itu mengangguk sambil tersenyum lebar.
“aah
itu, Hana noona memintaku ikut menghibur anak-anak penderita kanker, dan aku
bernyanyi untuk mereka”
Rimi
mengangguk paham, namun detik berikutnya ia mengernyitkan dahi.Ada sesuatu yang
aneh.
“Hana
noona?, apa kalian sudah sedekat itu?”
Jungkook
tersipu malu, ia memang lebih nyaman memanggil dokter Lee seperti itu daripada
menggunakan panggilan formal.
Jungkook
kurang setuju.
Ingatan
dimana Taehyung selalu menyuruhnya untuk memanggil secara informal itu berputar
di kepala Rimi.Mungkin memang tidak nyaman jika seseorang yang kau sukai
terlalu menghormati profesimu.
“dia
yang memintaku memanggilnya noona, dan aku setuju”
“sepertinya
kalian cukup akrab” gumamnya gemas.
Jungkook
tersipu lagi, kini rona kemerahan itu muncul di kedua pipinya.
“ah
noona,hmm apakah dia orang yangbaik?, noona bekerja di rumah sakit yang sama,
pasti noona tahu bagaimana kepribadiannya” pertanyaan polos Jungkook membuatnya
tersentak.Bagaimana mungkin ia tak mengetahui kepribadian sosok dokter Lee?,
banyak hal yang sudah terjadi begitu rumit.
“kenapa
noona diam?”
Rimi
membuyarkan lamunanya.Ia melihat wajah polos adiknya.Binar manik gelap itu
seolah berbicara bahwa dirinya sedang menyukai seseorang yang mereka bicarakan.
“dokter
Lee orang yang total dalam pekerjaannya, dia juga menyukai anak-anak, semua
pasiennya sangat senang ketika dokter Lee memasuki ruang perawatan.Dia orang
yang cerdas” tutur kata itu sebenarnya memang sesuai kenyataan.Namun tetap saja
rasanya aneh jika kau mengucapkan pujian untuk orang yang sudah pernah
membuatmu terluka.
Rimi
mengesampingkan egonya.Ia tak mau jika Jungkook harus berprasangka buruk pada
seseorang.
“ah
begitu rupanya, ahh kenapa aku jadi senang sekali ya?” gumam Jungkook sambil
menatap langit senja yang indah.Matahari yang terbenam di laut memang
pemandangan yang romantis.
.
.
Keesokan harinya,
“uah dingin sekali” gumam sosok tampan itu melangkah kedalam pagar penginapannya.Ia sudah sampai di Jeju 30 menit yang lalu.Dan ini masih jam enam pagi.
.
.
Keesokan harinya,
“uah dingin sekali” gumam sosok tampan itu melangkah kedalam pagar penginapannya.Ia sudah sampai di Jeju 30 menit yang lalu.Dan ini masih jam enam pagi.
Awalnya
Kim Taehyung tak dapat tidur tenang di rumah sakit dan akhirnya memutuskan
untuk naik taksi.Walaupun mahal, tapi rasa rindunya pada sang istri membuatnya
ingin cepat pulang.
Masa bulan madunya yang sempat terusik itu, seharusnya harus ada penggantinya.
Masa bulan madunya yang sempat terusik itu, seharusnya harus ada penggantinya.
Langkahnya
berhenti di depan pintu kamarnya.Ia menempelkan benda bernama ponsel itu ke
telinga.
“sayang,
keluarlah, aku didepan” bisiknya pelan.
Senyum
menawan itu tampak begitu sempurna di wajah seorang Kim Taehyung.Ia merapatkan
jaketnya dan memasukkan kedua tangannya dalam saku.
Beberapa
menit kemudian ia mendengar pintu depan terbuka.Ssosok cantik itu keluar sambil
mengenakan jaket bulunya.Udara pagi di Jeju benar-benar fantastis.
“kenapa
kau tidak masuk saja kedalam, kenapa berdiri diluar?, udaranya sangat dingin”
ucapnya khawatir karena suaminya itu baru saja sembuh dari flu 2 hari yang
lalu.
Taehyung
memeluk tubuh istrinya dan mengecup keningnya.Bibir itu sedikit kering karena
udara dingin yang menerpa.
“bibirmu
sedikit kering” gumam Rimi sambil menyentuhnya pelan.
Taehyung
tersenyum lagi.
“kalau
begitu, beritahu aku bagaimana cara untuk membuatnya basah? Hm?” telinga Rimi
memerah karena gugup.
Dikecupnya
singkat bibir milik suaminya.
“bukan
begitu sayang, tapi begini”Taehyung menarik dagu Rimi dan menciumnya dengan
sedikit lumatan.Dan kini, bibir keduanya sama-sama terbasahi oleh saliva
mereka.
Taehyung
membisikkan sesuatu pada Rimi.
“begitukah?,
kalau begitu aku akan bersiap dulu”
“tidak
usah, ayo kita kesana”
Jemari
Taehyung menggenggam erat tangan Rimi kemudian mereka pergi naik taksi menuju
suatu tempat.
“Kim
Taehyung, kau memang licik, ahaha, mereka romantis sekali” ucap Jimin yang dari
tadi sudah mengamati gerak gerik Taehyung dan Rimi.
“Jungkook-ah,
ayo cepat kita olahraga”
Walaupun
jari kakinya masih sedikit sakit, tapi ia bersemangat mengikuti Jimin untuk
olahraga di dekat pantai.
“ne
hyuung, tunggu akuu” teriaknya sambil membetulkan tali sepatunya.
.
.
Pasangan pengantin baru itu akhirnya sampai disebuah hotel.Taehyung sudah memesan sebuah kamar dan ingin menghabiskan akhir pekan bersama istrinya.Hanya mereka berdua.
.
.
Pasangan pengantin baru itu akhirnya sampai disebuah hotel.Taehyung sudah memesan sebuah kamar dan ingin menghabiskan akhir pekan bersama istrinya.Hanya mereka berdua.
Taehyung
tidak mau kegiatan privatnya membuat orang-orang yang tengah bersamanya menjadi
canggung.Contohnya, di penginapan ada Jungkook yang entah mengapa membuatnya
khawatir jika sang adik mengintip.Ia juga membutuhkan waktu lebih banyak untuk
dihabiskan berdua sebelum ia bergelut dengan pekerjaannya di rumah sakit Senin
depan.
“akhirnya
kita memiliki waktu bersama” ucap Taehyung meletakkan tas nya di ranjang
berukuran king size itu.
“apa
kau ingin sarapan dulu?” tawarnya pada Rimi.
Rimi
menggeleng.Ia tidak merasakan lapar sama sekali jika di dekat Taehyung.
“jangan
begitu, kita pesan sesuatu yang enak, kemarin aku hanya minum kopi dan
kentang.” Ia mengusap perutnya yang lapar.
30
menit kemudian, seorang petugas delivery mengetuk pintu kamar mereka.
Rimi
sudah tertidur sambil memeluk bantal.Kelihatannya semalam ia tak bisa memejamkan
mata karena tidak ada Taehyung disampingnya.Dan sekarang ia mengaku sangat
mengantuk.
“aigoo,
dia tidur cepat sekali” gumamnya lucu lalu menyelimuti istrinya dengan selimut
besar.
Chup~
Bibir
Taehyung mengecup singkat kening Rimi.Kemudian ia memutuskan untuk melahap
makanan yang sudah ia pesan.Tampak ada nasi goreng dengan keju dan ayam madu
serta buah apel merah yang ranum terhidang di meja.
Sekilas
ia melirik Rimi yang terlelap.
Rambut
panjangnya menjuntai hingga hampir menyentuh lantai.Taehyung berdiri lalu
membetulkannya.
Ditatapnya
wajah istrinya dalam-dalam.Jemarinya mengusap pelan pipi Rimi.
“sayang,
makanlah dulu” bisiknya lembut.
Rimi
menggeliat pelan dan agak terkejut karena melihat beberapa hidangan di
meja.Lantas ia tersenyum.
“ahh
aku ketiduran ya?” gumamnya kemudian mengikat rambut panjangnya keatas.
“buka
mulutmu” pinta Taehyung menyuapkan potongan daging ayam madu untuk Rimi.
Drrrt
drrrrt drrrrt
Mereka
berdua kompak menoleh pada ponsel Taehyung yang tergeletak di nakas.Taehyung menautkan
alisnya.
From.Jungkook-ie
Hyung, kau dimana?
Hyung, kau dimana?
Detik
berikutnya Taehyung terkekeh sambil menelepon adiknya.Mungkin ada baiknya ia
memberi kabar, sehingga ibunya tidak khawatir.
“eoh
ada apa Jungkook-ah?”
“hyung,
aku harus pulang ke Seoul sekarang, tadi aku mendapat kabar kalau salah seorang
teman sekolahku, Jong Suk-ie mengalami kecelakaan dan sekarang dia masih
dirawat di rumah sakit”
“mwo,
lalu kau pulang ke Seoul sekarang?” sahut Taehyung.Jungkook memang mudah sekali
panik.
“ya
sudah, lalu bagaimana Jimin dan Ibu?” lanjutnya.
“ahh
eomma juga sudah ingin pulang karena bibi Jung mengundangnya ke acara pembukaan
restorannya besok, dan Jimin hyung juga pulang bersamaku”
Taehyung
menghela nafas berat.
.
.
Samsung Medical Center--- namja bernama Jungkook itu cepat-cepat melangkah ke aula rumah sakit untuk membantu dokter Lee dalam acara memperingati hari anak.Semua pasien dokter Lee sudah berkumpul walaupun mereka harus duduk di kursi roda.Tapi raut wajah mereka tampak senang ketika Jungkook memasuki aula.
.
.
Samsung Medical Center--- namja bernama Jungkook itu cepat-cepat melangkah ke aula rumah sakit untuk membantu dokter Lee dalam acara memperingati hari anak.Semua pasien dokter Lee sudah berkumpul walaupun mereka harus duduk di kursi roda.Tapi raut wajah mereka tampak senang ketika Jungkook memasuki aula.
“Jungkook-oppa,
lihat Jungkook oppa sudah datang” teriak salah satu gadis berusia 9 tahun itu
riang.
Jungkook mendekati gadis kecil itu dan bertanya apakah mereka sudah meminum obatnya hari ini.
Jungkook mendekati gadis kecil itu dan bertanya apakah mereka sudah meminum obatnya hari ini.
“oppa,
kenapa oppa selalu datang menghibur kita?, apa oppa tidak sekolah?” Jungkook
benar-benar gemas dan mencubit pelan hidung si gadis kecil itu.
“oppa
masih libur panjang Sujin-ah, oppa menghibur kalian karena oppa sangat
menyayangi kalian semua” ucapnya ramah.
Seseorang
menatapnya dari kejauhan.
‘Jungkook-ie
benar-benar anak yang sangat baik’ batin dokter Lee tersenyum.
Acara
itu berjalan selama 2 jam lamanya dan berakhir ketika Jungkook menyanyikan lagu
anak-anak bersama sambil melepaskan balon berwarna-warni.
Namja
itu sedikit lelah dan bermaksud mampir keruangan kakaknya untuk mengambil jaket
dan tasnya.
Jungkook
malu jika ia harus menitipkan barangnya pada dokter Lee.
Tap
Jungkook
membuka pintu berkaca itu perlahan.Ia duduk nyaman di salah satu kursi
empuk.Selama beberapa menit ia melamunkan pertanyaan dari anak-anak pasien
dokter Lee.
“ahh
mereka membuatku betah berlama-lama di rumah sakit” gumamnya lirih.
Sempat
tersirat dalam benaknya bayangan jika ia menjadi seorang dokter seperti
Taehyung.
“mungkin
aku akan lebih tampan dari hyung, kekeke”
Dag
“aahh
appo” ringisnya saat tak sengaja sikunya menabrak laci milik
Taehyung.Laci itu memang tidak dikunci karena tidak menyimpan berkas penting.Hanya beberapa barang yang biasa Taehyung pakai, seperti masker dan bantal leher singanya.Manik Jungkook tertarik untuk melihat sesuatu di dalam kotak berpita biru itu.
Taehyung.Laci itu memang tidak dikunci karena tidak menyimpan berkas penting.Hanya beberapa barang yang biasa Taehyung pakai, seperti masker dan bantal leher singanya.Manik Jungkook tertarik untuk melihat sesuatu di dalam kotak berpita biru itu.
“kenapa
ada hadiah disini?” tanyanya heran.Diambilnya kotak seukuran jam tangan itu
lalu dibukanya.Sebuah surat terlipat rapi didalamnya.
Sret
For
Taehyung-ie oppa
Selamat
ulang tahun.
Sudah lama kita tidak makan malam bersama.Apa sebaiknya kita membuat janji dan memakan samgyeopsal di kedai milik Lim ahjumma?
Aha, sejujurnya aku ingin memberitahu satu hal padamu oppa.
Aku membatalkan pertunanganku dengan Jung Minhwan karena kupikir kita tidak saling menyukai.Ketika aku bersamanya bayangan dirimu akan selalu hadir.
Oppa, apa yang harus kulakukan?
Sudah lama kita tidak makan malam bersama.Apa sebaiknya kita membuat janji dan memakan samgyeopsal di kedai milik Lim ahjumma?
Aha, sejujurnya aku ingin memberitahu satu hal padamu oppa.
Aku membatalkan pertunanganku dengan Jung Minhwan karena kupikir kita tidak saling menyukai.Ketika aku bersamanya bayangan dirimu akan selalu hadir.
Oppa, apa yang harus kulakukan?
From
Yours
Lee Hana
Lee Hana
Deg
Jantung
Jungkook mencelos hebat.Kertas kecil itu bergetar karena ia sedang
terkejut.Kenyataan macam apa ini?
Sekali
lagi ia membaca isi surat yang ditulis tangan oleh dokter Lee.
Ia
bertanya-tanya mengapa hadiah ini masih Taehyung simpan dan kelihatannya memang
belum pernah dibuka.
“jadi
selama ini dia menyukai hyung?, lalu, aaahh aku bingung” ia menjambak rambutnya
sendiri karena frustasi.
Jungkook
tertegun.Hatinya sangat terkejut karena kalimat-kalimat itu terasa
sungguh-sungguh.Entah mengapa matanya menjadi berair dan siap menumpahkan
butiran bening itu.
“hyung,
kenapa kau diam saja?, kenapa kau melakukan ini?, aku tak tahu harus bagaimana”
Namja
manis itu memukul kursi di sampingnya dengan perasaan kesal.Rasanya sangat
sakit membaca tulisan tangan dokter Lee yang ditujukan pada kakaknya.Seolah ia
sedang dikhianati.
.
.
“hyung, aku ingin bicara” ucapnya datar.
.
.
“hyung, aku ingin bicara” ucapnya datar.
Taehyung
dan Rimi memang sudah pulang dari Jeju dan sekarang mereka berada di apartemen
Taehyung.
Taehyung
mengajak Jungkook untuk berbicara di balkon saja.
“hyung,
aku mau bertanya satu hal penting”
Alis
Taehyung bertaut.
“apa
itu?, kenapa kau sangat serius?”
Jungkook
masih memendam rasa kesalnya.Ia tak tahu harus marah pada siapa, yang jelas
hatinya terluka karena orang yang disukai dokter Lee adalah kakaknya sendiri.
“sebenarnya
apa ini??” Jungkook memperlihatkan kotak berpita biru itu didepan wajah
kakaknya.
Taehyung
terkejut bukan main dan ia memang melupakan hadiah dari dokter Lee beberapa
bulan yang lalu.Ia juga baru mengingat jika belum sempat membukanya.Perasaannya
mendadak tidak enak.
“dimana
kau menemukan itu?” tanyanya heran,
Jungkook
terlihat tak suka dan menyerahkan hadiah berupa jam tangan mewah itu pada
Taehyung.
Greb
“Jungkook-ah,
katakan apa maksudmu?”
Namja
yang lebih tinggi darinya itu memandang lurus kedepan.
“hyung,
dokter Lee menyukaimu kan?, dalam surat itu ia bahkan membatalkan
pertunangannya karena kau”
Jungkook sudah mau menangis.Kenyataan jika dirinya menyukai sosok cantik itu membuatnya benci dengan fakta yang tidak ia ketahui.
Jungkook sudah mau menangis.Kenyataan jika dirinya menyukai sosok cantik itu membuatnya benci dengan fakta yang tidak ia ketahui.
“kenapa
aku tidak tahu hyung?, aku barusaja bisa menyukai seseorang, tapi kenapa dia
menyukaimu huh?” suara Jungkook berubah serak.
Taehyung
memegang pundak adiknya.
“Jungkook-ah,
dengarkan hyung, aku dan dia tidak pernah menjalin hubungan apa pun selain
rekan kerja, dia tahu aku mencintai Rimi dan kita sama-sama tahu itu.Jadi
hadiah dan surat itu memang ditujukan padaku, tapi aku tidak pernah
membukanya.Kau tahu kenapa?, karena aku sangat menghargai Rimi sebagai
pasanganku, aku berniat membuangnya tapi selalu tidak sempat”
Jungkook
menatap wajah Taehyung dengan rasa serba salah.
“hyung,
kenapa kau tidak membuangnya saat itu juga, kenapa aku harus tahu kalau dia
menyukaimu?, mungkin saja sampai sekarang dia masih menyimpan perasaaannya
padamu, aku bahkan belum menyatakan perasaaanku padanya”
Tes
Rimi
menjatuhkan airamatanya.
Semua
percakapan antara suaminya dan Jungkook terekam jelas dalam kepalanya.
Sakit.
Ia
juga baru mengetahui soal hadiah dan surat dari dokter Lee.Ia tak pernah
menyangka Taehyung masih menyimpannya.
Rimi
menjauh dan memutuskan pergi ke kamarnya.Ia tak kuasa menahan airmatanya.
.
.
TBC
.
.
TBC
Komentar
Posting Komentar